Kapolda DIY: Pengguna Layanan 110 Meningkat Tajam

KAPOLDA Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol. Suwondo Nainggolan mengemukakan, masyarakat yang memanfaatkan layanan telepon 110 pada 2024 meningkat tajam dibandingkan 2023 lalu.

Peningkatan itu, menurut Kapolda DIY tidak hanya yang masuk ke Polda DI Yogyakarta tetapi hampir di seluruh Polres/Polresta di DIY, kecuali Polres Kulonprogo yang mengalami penurunan.

“Laporan masyarakat melalui layanan telepon 110 di seluruh DIY pada 2024 mencapai 134.640 panggilan. Sedangkan tahun sebelumnya 2023 hanya 30.278 panggilan,” katanya.

Menurut Kapolda, layanan melalui 110 tersebut termasuk 11.433 miscall atau panggilan berdering kurang dari 5 detik.

Pada 2024 tersebut, lanjutnya di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri sebanyak 37.282 panggilan sedangkan pada 2023 hanya 1.839 panggilan. Polresta Yogyakarta, katanya, pada 2024, telepon 110 menerima panggilan sebanyak 15.620 kali dan 221 kali pada 2023. Polresta Sleman selama 2024 menerima 44.548 panggilan, tahun sebelumnya 2023 hanya sebanyak 15.690 panggilan.

BACA JUGA  Pertamina Patra Jamin Stok Biosolar Saat Libur Idul Adha di Yogyakarta

Polres Bantul, katanya, juga mengalami lonjakan panggilan. Pada 2023 tercatat sebanyak 417 pangglan dan pada 2024 meningkat menjadi 18.109 kali dan Polres Gunungkidul jika pada 2023 sebanyak 6.379 panggilan, pada 2024 meningkat menjadi 14.106 panggilan.

Tanyakan SIM

“Namun Polres Kulon Progo, pada 2023 menerima sebanyak 5.372 panggilan pada 2024 turun menjadi 4.975 panggilan,” kata Kapolda.

Di antara panggilan tersebut sebanyak 105.213 panggilan kemudian ditangani, sedangkan 17.994 panggilan tidak ditangani.

Menurut Irjen Pol Suwondo Nainggolan, diantara panggilan melalui 110 tersebut terbanyak meminta informasi layanan Surat Izin Mengemudi (SIM). Padahal, katanya, layanan panggilan 110 sebenarnya untuk panggilan darurat. Namun demikian, polisi tetap melayani meski tidak sesuai dengan maksud keberadaan layanan panggilan 110.

BACA JUGA  BPBD Masih Kumpulkan Data Gempa Yogyakarta

Bahkan, menurut Kapolda, ada sejumlah panggilan 110 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Meski demikian polisi tetap akan melayani dan merespon panggilan masuk lewat 110. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

SEBANYAK Lima Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan panen raya jagung secara serentak. Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan penanaman jagung dalam program Desa Binaan Imigrasi…

  • Blog
  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara semakin kompetitif. Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kualitas tim, termasuk melalui rekrutmen pemain naturalisasi dan pemain dari berbagai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

  • September 30, 2026
Vikram Sinha Kembali Jabat Presiden Direktur dan CEO PT Indosat Tbk

Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

  • September 30, 2026
Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

  • September 30, 2026
Kejaksaan Tinggi DIY Tahan Dua Petinggi BUKP Tegalrejo Kota Yogyakarta

Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

  • September 30, 2026
Persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 kian Ketat, Erick Thohir Peringatkan Timnas  Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

  • September 30, 2026
Nowela dan Suara 5 Gemakan Semangat Kebangsaan di Laga Timnas Indonesia vs Malaysia

10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap Sistem Pertahanan Masih Punya PR

  • September 30, 2026
10 Pemain Skuad Garuda Tahan Malaysia, Indra Sjafri Ungkap  Sistem Pertahanan Masih Punya PR