442 Unit Huntara Disiapkan untuk Pengungsi Erupsi Lewotobi

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemerintah siapkan 442 unit hunian sementara (huntara) siap dibangun untuk  2.000 Kepala Keluarga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan tertulis, Senin (25/11) mengatakan dalam perencanaan pemerintah ratusan unit huntara tersebut masing-masing disiapkan untuk menampung sebanyak lima KK.

“Pembangunan hunian sementara ditargetkan selesai setidaknya selama dua bulan ke depan,” katanya.

Pemerintah menilai hunian sementara tersebut lebih layak dan nyaman untuk ditempati daripada tenda pengungsian.

“Para korban akan menempati hunian sementara tersebut sampai mereka direlokasi ke rumah yang baru” kata Suharyanto.

Ia memastikan bahwa Pemerintah memberikan kemudahan bukan memaksa. Bagi warga korban erupsi yang enggan tinggal di huntara akan menerim dana tunggu hunian senilai Rp500 ribu per bulan untuk penghidupan sehari-hari.

BACA JUGA  Relokasi Warga Lereng Gunung Lewatobi Laki-laki Jadi Opsi

“Intinya mereka mau direlokasi dengan skema dari Pemerintah yakni relokasi mandiri, atau terpusat yang lahan dan rumahnya ditangani Pemerintah,” ujarnya.

Pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki berjumlah 12.673 jiwa  yang berada di pengungsian terpusat. Sebelumnya mencapai 12.761 jiwa.

Mereka ada yang pulang ke rumah saudara setelah tiga minggu berada di tenda pengungsian.

Saat ini aktivitas vulkanis Gunung Lewotobi Laki-Laki mulai menurun. Kendati aktivitas vulkanik gunung api itu terus menurun, ada zona bahaya bila terjadi banjir lahar dingin. (*/S-01)

BACA JUGA  Pengungsi Bertambah Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Siswantini Suryandari

Related Posts

DIY Akan Diguyur Hujan Ringan sampai Dua Hari ke Depan

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengindentifikasi kondisi suhu muka laut (Sea Surface Temperature/SST) di Samudera Hindia Selatan Jawa berkisar antara 24 – 29°C, dengan anomali SST antara -2,0 hingga +1,0°C. Juga terpantau…

Respon Masalah Sampah Nasional, Yayasan Eksis akan Gelar Kongres

YAYASAN Ekosistem Sampah Indonesia (Eksis) akan menggelar Kongres Sampah Indonesia di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman 20-22 November mendatang. Kongres yang mengusung tema ‘Praktik Baik Pengolahan Sampah Menuju Sistem Pengelolaan Sampah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

  • November 4, 2026
PSMS Tahan Persija, Arema Gulung Rans Nusantara

Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

  • November 4, 2026
Masyarakat Diminta Percayai Polri Usut Kasus Penyadapan Ilegal

Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

  • November 3, 2026
Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Diundur Jadi Desember Tahun Depan

Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal, Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

  • November 3, 2026
Terbukti Lakukan Penyadapan Ilegal,  Listyo Sigit dkk Terancam Hukuman 10 Tahun

Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal

  • November 3, 2026
Polri Tetapkan LSP, ASN, EH Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal

Dorong Logistik Berkelanjutan, Angkutan Kontainer Bidik Pertumbuhan 8,5%

  • November 3, 2026
Dorong Logistik Berkelanjutan, Angkutan Kontainer Bidik Pertumbuhan 8,5%