Peternak Sambut Baik Keputusan Mentan Soal Penyerapan Susu Lokal

PARA peternak sapi perah Boyolali dan Asosiasi Peternak Sapi Nasional (Aspin) menyambut gembiras keputusan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang mewajibkan seluruh Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk menyerap susu lokal, selepas memimpin rakor di Jakarta.

Keputusan Mentan Amran itu dinilai memberikan semangat bagi kalangan UMKM sektor sapi perah itu, setelah sejak September memgalami kelesuan dan ketidakpastian berusaha, bersamaan munculnya pembatasan kuota setor susu oleh Industri Pengolahan Susu.

Dua hari sebelum muncul keputusan yang membangkitkan semangat memerah susu sapi, yakni pada Sabtu (9/11/2024), mereka melakukan aksi protes membuang puluhan ton sapi ke masyarakat dan menumpahkannya ke TPA Winong.

Ketua KUD Susu Mojosongo, Boyolali, Sriyono yang mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta tidak bisa menyembunyikan rasa suka citanya, bahwa dari aksi protes buang susu puluhan ton pada akhir pekan (Sabtu, 9/11/2024), telah memunculkan keputuasan yang melegakan.

BACA JUGA  Dinas Pertanian Sleman Puas, Susu Sapi Peternak Terserap

Tekan impor susu

Mentan Amran Sulaiman usai menggekar rapat dengan IPS, peternak, importir susu dan juga dinas terkait, di Kantor Kementan, Senin ( 11/11/2024 ), akhirnya mewajibkan seluruh IPS untuk menyerap susu dalam negeri dan menekan impor susu.

” Saya sebagai mewakili teman teman peternak bersama Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali ikut diundang rakor yang menghadirkan perwakilan industri, peternak, importir, dan stakeholder. Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan teman teman,” kata Sriyono.

Pada saat sama Ketua Asosiasi Peternak Sapi Basional (Aspin), Suparno mengapresiasi keputusan Mentan Amran yang dengan tegas mewajibkan seluruh IPS menyerap produksi susu lokal, tanpa ada pembatasan kuota, demi mendukung pertumbuhan susu dalam negeri menjadi lebih baik lagi.

“Ini sungguh menjadi kebijakan yang sangat strategis. Sebab akhirnya pemerintah berani menghapus kebijakan lama soal tata kelola persusuan nasional yang kurang menguntungkan bagi pertumbuhan susu domestik,” ungkap Suparno.

Dia meyakini, Pemerintah akan menindaklanjuti pembinaan kepada para peternak demi meningkatkan kualitas produk yang menjadi persyaratan IPS. Aspin juga menyambut gembira akan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai regulasi yang mengatur IPS dalam menyerap susu domestik atau dalam negeri.

BACA JUGA  Jaga Stabilitas Harga, Sleman Terima Kucuran Rp2,7 Miliar untuk Tanam Cabai

Tunggu arahan

Sementara itu, Wartono selaku anggota paguyuban peternak sapi perah Boyolali menyatakan, bahwa seluruh peternak sapi perah dan pengepul menyambut suka cita, dan akan menggelar pertemuan.

“Nanti begitu Pak Sriyono dan ibu Kepala Disnakkan Boyolali sampai di sini, akan diadakan pertemuan paguyuban, guna menindaklanjuti laporan hasil rakor Jakarta, dan apa saja yang harus kami siapkan untuk menyambut arahan yang menggembitakan dari Menteri Pertanian,” ujar dia.

Para peternak sapi perah Boyolali yang sempat mengurangi pakan konsentrat hewan ternak susu sejak adanya pembatasan kuota pada September silam, akhirnya begitu mengetahui hasil rakor Kementan, siap mengoptimalkan kembali volume pakan.

Dia paparkan, sejak adanya pembatasan kuota yang meresahkan, para peternak memang mengurangi volume pakan konsentrat, sehingga hasil produksi susu perah pun juga tidak optimal. Hal itu sebagai langkah efisiensi, agar mereka tidak terlalu merugi.

BACA JUGA  Mahasiswa UNY Ciptakan Pakan Unggas Berbasis Maggot dan Ekstrak Daun Meniran

Dia paparkan, bahwa para peternak sapi perah berjanji lebih meningkatkan kualitas hasil susu perah dan sekaligus perbaikan manajemen pengelolaannya, sesuai yang dibutuhkan KUD atau pengepul yang nantinya menyetor ke IPS.

Yang sangat diapresiasi asosiasi peternak sapi perah Boyolali dari keputusan Mentan Amran dalam memimpin rakor adalah peternak tidak dibatasi kuota agar impor bisa kurangi.

“Dengan adanya penegasan Pak Menta Amran,kita siap Berapa saja yang yang dikehendaki IPS, dari produksi sapi perah Boyolali. Apalagi nanti ada pembinaan untuk meningkatkan standar kualitas,” ujarnya. (WID/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

DSP Farm Kota Bandung Kembali Menjadi Pemasok Sapi Kurban Presiden

PETERNAKAN sapi dan domba milik peternak muda Kota Bandung, DSP Farm, kembali dipercaya menjadi pemasok hewan kurban bantuan masyarakat (Banmas) Presiden pada 2026. Kepercayaan tersebut menjadi tahun keenam secara berturut-turut bagi…

Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

PEMBANGUNAN dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan UPT Puskesmas Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, menuai sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tapanuli…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

DSP Farm Kota Bandung Kembali Menjadi Pemasok Sapi Kurban Presiden

  • May 21, 2026
DSP Farm Kota Bandung Kembali Menjadi Pemasok Sapi Kurban Presiden

Guru Besar SF ITB Prof. Elfahmi Resmi Jadi Rektor Itera Periode 2026–2030

  • May 21, 2026
Guru Besar SF ITB Prof. Elfahmi Resmi Jadi Rektor Itera Periode 2026–2030

Gelar Pertama Liga Europa Aston Villa Jadi Trofi Kelima Unai Emery

  • May 21, 2026
Gelar Pertama Liga Europa Aston Villa Jadi Trofi Kelima Unai Emery

Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

  • May 21, 2026
Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

  • May 20, 2026
Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

  • May 20, 2026
SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar