PLN Siap Bebaskan Keluarga Kurang Mampu dari Gelap Gulita

MOMENTUM Hari Listrik Nasional yang jatuh pada 27 Oktober 2024 mendatang, masyarakat yang kurang mampu akan dimerdekakan dari gelap gulita dengan hadirnya PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar melalui program Light Up The Dream. PLN akan mewujudkan mimpi Kepala Keluarga (KK) pra sejahtera di seluruh Indonesia untuk mendapatkan listrik berkat hasil donasi insan PLN.

Manager PLN UP3 Pematangsiantar Hasudungan Siahaan menyebutkan, program Light Up The Dream dengan tajuk Perjalanan Kebahagiaan Light Up The Dream ‘Listrik untuk Nyalakan Mimpi’ ini dilakukan dengan pola yang terstruktur. Sebanyak 10 rumah tangga yang berada di wilayah kerja UP3 Pematangsiantar yang tersebar di seluruh Unit layanan pelanggan ini akan mendapatkan penyalaan serentak.

BACA JUGA  PLN UP3 Pematangsiantar Gelar Apel Siaga jelang Idul Fitri

“Karena ini adalah kegiatan yang lahir dari niat baik dan lubuk hati yang paling dalam dan mengembangkan nilai-nilai baik merupakan sesuatu yang harus kita hargai dan apresiasi. Diharapkan dengan sikap dan tindakan nyata seperti ini akan lahir dari alam bawah sadar kita tentang rasa empati, rasa untuk merasakan yang orang lain rasakan,” kata Hasudungan, Rabu (23/10/2024).

Light Up The Dream lanjut dia merupakan program bantuan penyambungan listrik tanpa biaya hasil dari donasi yang dilakukan oleh pegawai PLN dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan listrik.

Salah seorang penerima bantuan pemasangan listrik gratis program Light Up The Dream di Jalan Bahkora II, Pematang Marihat, Pematangsiantar, Erikson Agustin mengaku sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN dengan adanya bantuan pemasangan baru listrik ini.

BACA JUGA  Sambut HUT Kemerdekaan, PLN UP3 Pematangsiantar Tingkatkan Keandalan Listrik

“Terima kasih PLN telah memberikan bantuan (penyambungan) listrik kepada kami. Semoga listrik yang diberikan bisa bermanfaat bagi kami dan semoga PLN semakin maju,” ujarnya. (Ais/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Penataan PKL oleh Pemkot Pematangsiantar Dinilai Ambivalen

AKADEMISI Robert Tua Siregar menilai kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dalam menata pedagang kaki lima (PKL) terkesan asal. Alih-alih menata, mereka justru seperti melakukan pembiaran. Selain itu, kebijakan mereka juga…

Pemprov DIY Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa

GUBERNUR DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan keberadaan tiga gedung baru di lingkungan RSJ Ghasia, Pakem, Sleman merupakan satu kesatuan mata rantai pelayanan yang menghubungkan penanganan, pemulihan, hingga kesinambungan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penataan PKL oleh Pemkot Pematangsiantar Dinilai Ambivalen

  • September 1, 2026
Penataan PKL oleh Pemkot Pematangsiantar Dinilai Ambivalen

UNE Pererat Kerja Sama dengan Fapet UGM

  • September 1, 2026
UNE Pererat Kerja Sama dengan Fapet UGM

Pemprov DIY Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa

  • September 1, 2026
Pemprov DIY Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa

Inflasi di Jabar Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus US$16,63 Miliar

  • September 1, 2026
Inflasi di Jabar Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus US$16,63 Miliar

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Code

  • September 1, 2026
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Code

Rayakan HUT ke-17, KAI Logistik Hadirkan Special Rate untuk Shipping Line

  • September 1, 2026
Rayakan HUT ke-17, KAI Logistik Hadirkan Special Rate untuk Shipping Line