Pemkab Bandung Tiadakan Dapur Umum Pada Masa Pemulihan

PEMERINTAH Kabupaten Bandung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat meniadakan dapur umum per 2 Oktober pada masa pemulihan.

Dapur umum diubah menjadi dapur mandiri di desa-desa terdampak gempa sesuai usulan kepala dinas ke Dinas Sosial Kabupaten Bandung.

“Kami tegaskan mulai 2 Oktober untuk dapur umum sudah ditiadakan. Sementara itu diberikan logistik yang sudah didistribusikan ke desa-desa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10).

Sedangkan tenda pengungsian sudah dibongkar dan para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Namun ada juga pengungsi bertahan di tenda pengungsian padahal eskalasi potensi gfempa bumi susulan sudah menurun.

“Kita sama-sama berdoa agar gempa bumi susulan tidak terjadi lagi, supaya kehidupan masyarakat kembali aman dan nyaman. Tidak dihantui lagi potensi gempa bumi susulan,” ucap Uka.

BACA JUGA  Polresta Bandung Pastikan Rumah Warga Korban Gempa Aman

Kejadian gempa bumi pada 18 September dan setelah itu masih terjadi gempa susulan hingga 24 September.Gempa susulan sampai 39 kali.

Namun setelah itu hingga sekarang tidak ada gempa bumi susulan.

“BPBD tetap melaksanaan monitoring ke tenda-tenda pengungsian yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Kertasari. Ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini sudah memasuki Oktober sudah memasuki musim pancaroba dari kemarau ke hujan. Uka mengatakan pancaroba bisa berdampak pada kesehatan para pengungsi. Untuk itu pengungsi sebaiknya kembali ke rumah masing-masing.

“Tapi jika kondisi rumahnya mengalami rusak berat dan tidak bisa dihuni lagi, untuk sementara menempati rumah kerabatnya,” imbuh Uka.

BACA JUGA  BMKG Bandung Catat 1.321 Gempa Bumi di Jabar Selama 2024

Sampai sekarang OPD Kabupaten Bandung masih mendata atau asesmen kondisi rumah yang rusak berat, sedang dan ringan.

Hasil pendataan itu akan diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mendapatkan bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Perkuat Digitalisasi Inklusif, BI Gelar Pekan QRIS Nasional Serentak

BANK Indonesia mendorong transformasi digital semakin inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan melalui rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 dilaksanakan serentak di 46 kantor perwakilan BI  pada 11-17 Agustus. Pelaksanaan PQN…

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

POLSEK Sleman menerima laporan ditemukannya sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki di Zona Klitikan Pasar Sleman, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Perkuat Digitalisasi Inklusif, BI Gelar Pekan QRIS Nasional Serentak

  • August 16, 2026
Perkuat Digitalisasi Inklusif, BI Gelar Pekan QRIS Nasional Serentak

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran