Sri Sultan Nilai Sistem Pendidikan Nasional Terjebak dalam Pola Kapitalisme

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai, sistem pendikan nasional selama ini terjebak dalam sistem pendidikan kapitalisme. Alhasil sekolah sampai perguruan tinggi lebih sibuk dengan konsep gedung yang bagus, laboratorium yang lengkap, gaya mengajar berdasi dan life style lainnya.

“Namun kita tidak pernah mendiskusikan apakah yang diajarkan guru dan dosen itu bermanfaat atau tidak bagi pencerdasan dan pembudayaan anak didik atau memastikan bahwa pendidikan kita benar-benar mencerdaskan dan membudayakan,” kata Raja Yogyakarta tersebut dalam seminar nasional bertajuk ‘Ketahanan Sosial Sebagai Modal Dasar Menuju Indonesia Emas 2045’ yang digelar TNI Angkatan Udara di Yogyakarta, Minggu (29/9/2024).

Menurut Sri Sultan, dalam upaya mencari nilai-nilai bangsa, seharunya kita kembali menggali akar-akar budaya yang adai. Karena lanjutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi barat sering kali exploitative dan tidak manusiawi.

BACA JUGA  Rayakan Hari Bhakti ke-77, TNI AU Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial

Menurut Sri Sultan lagi, kita harus mulai mencari cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih sesuai dengan nilai-nilai lokal. Dikatakan, banyak konsep sustainable development yang sebenarnya sudah ada di kebudayaan lokal.

Warisan budaya

Sri Sultan kemudian mengungkapkan dari pendiri Kesultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono I telah mengungkap filosofi Hamemayu Hayuning Bawana. Filosofi ini resonans dengan nulai-nilai warisan budaya dunia yang lahir dari pemikiran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengku Buwono I).

Filosofi ini, ujar Sri Sultan menjadi panduan hidup di mana manusia menemukan akar kemanusiaannya bersatu dengan alam dan berserah kepada Tuhan.

“Dalam filosofi Hamemayu Hayuning Bawana terkandung di dalamnya tiga kewajiban, rahayuning bawana kapurba waskithaning manungsa, darmaning satriya mahanani rahayuning nagara dan rahayuning manungsa dumadi karana kamanungsane,” katanya.

BACA JUGA  Sri Sultan Paparkan Enam Fokus Pembangunan di 2026

Dari ketiganya itu, lanjutnya, memberikan kewajiban kepada manusia sebagai hamengku nagara, hamengku bumi dan hamengku buwana.

Kearifan lokal

Sementara KSAU Marsekal TNI Tonny Harjono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa mengatakan, bangsa Indonesia sudah lama dikenal sebagai bangsa yang kaya dengan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.

Namun di tengah derasnya arus globalisasi kita sering dihadapkan pada pertanyaan penting bagaimana nilai-nilai luhur ini tidak tergerus tetapi terpelihara dan bahkan terus berkembang.

“Pertanyaan inilah yang membawa kita kepada tema besar Ketahanan Sosial Sebagai Modal Dasar Menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ditegaskannya, tidak mungkin membicarakan masa depan tanpa melihat ke belakang sejarah yang telah membentuk kita menjadi bangsa yang besar. Pancasila, lanjutnya merupakan simbol sekaligus refleksi dari nilai-nilai luhur yang telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

BACA JUGA  Gubernur DIY dan Kapolri Akan Menanam Jagung di Bantul

Perlu adaptasi

TNI Angkatan Udara, imbuhnya dalam perjalanannya sebagai salah satu pilar telah melihat langsung bagaimana ketahanan budaya berperan penting dalam menjaga kedaulatan bangsa. Ketahanan budaya yang terbangun dari nilai-nilai lokal dan kearifan yang tersebar di seluruh Nusantara telah menjadi modal dasar kekuatan kita khususnya kekuatan pertahanan Indonesia. Namun perubahan zaman menuntut kita terus adaptif dan menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri.

Seminar nasional yang digelar di sebuah hotel ini, diikuti pula para taruna dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta tokoh-tokoh masyarakat. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

KABAR duka menghampiri bangsa Indonesia dan PDI Perjuangan. Putra dari Presiden pertama RI, Soekarno yang juga adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta pendiri dari Sanggar Seni Mahardhika, Guruh…

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

TIM nasional Indonesia sukses mencetak kemenangan pada laga pertamanya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Saat menghadapi Singapura di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, skuat Garuda menang 2-0.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks