
BELGIA akhirnya memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah melumat Selandia Baru 5-1 pada laga terakhir mereka di Grup G yang berlangsung di Stadion British Columbia (BC) Place, Vancouver, Kanada, Sabtu WIB.
Berkat kemenangan itu Belgia menjadi juara Grup G dengan torehan lima poin dari tiga laga. Skuad besutan Rudi Garcia itu unggul selisih gol atas Mesir yang menempati peringkat kedua dengan poin yang sama, setelah bermain imbang 1-1 kontra Iran pada waktu bersamaan.
Sementara Iran berada di peringkat ketiga dan berstatus menunggu hasil dari Grup E, F, I, J guna menentukan posisi ketiga terbaik untuk lolos ke fase gugur. Sebaliknya, Selandia Baru terpuruk di dasar klasemen dengan perolehan satu poin.
Usia hanya angka

Garcia pun memuji peran para pemain senior yang mampu menggendong tim. Menurut dia, kritik terhadap usia para pemain Belgia telah terjawab dan pada akhirnya usia hanyalah angka.
“Banyak orang membicarakan umur para pemain Belgia, tetapi hari ini mereka menjawabnya di dalam lapangan,” cetus Garcia selepas laga.
Pelatih asal Prancis itu menyebut dirinya tidak pernah kehilangan keyakinan kepada para pemain berpengalaman yang menjadi tulang punggung skuad.
Tetap bangga
Di sisi lain, arsitek Selandia Baru, Darren Bazeley tetap bangga dengan para pemainnya harus tersingkir. Menurutnya banyak hal positif yang dapat menjadi pelajaran buat mereka.
“Kami tentu kecewa, tetapi saya bangga dengan para pemain karena pengalaman ini akan sangat berharga bagi skuad muda dan saya yakin mereka akan kembali lebih kuat pada masa depan,” kata Bazeley.
Kekalahan tersebut membuat All Whites menempati posisi keempat dengan satu poin dari tiga laga.
Puji mentalitas pemain

Sementara itu, juru taktik Mesir, Hossam Hassan memuji mentalitas pemainnya seusai memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 seusai bermain imbang 1-1 dengan Iran. Menurut dia, keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras seluruh pemain.
“Para pemain menunjukkan keinginan kuat untuk menang,” kata Hassan selepas laga.
Dia menilai tim mampu memenuhi target utama untuk lolos dari fase grup, meski pertandingan berlangsung sulit hingga peluit panjang berbunyi.
Di sisi lain, arsitek Iran Amir Ghalenoei juga mengaku bangga dengan pencapaian timnya meski berstatus menunggu untuk lolos ke babak 32 besar.
“Pemain memberikan segalanya dalam situasi yang sangat sulit dan kini kami harus menunggu serta berharap hasil di grup lain berpihak kepada kami,” katanya. (*/L-01)







