
PELATIH Persija Mauricio Souza tidak bisa menutupi kekecewaannya lantaran tidak bisa menggelar laga kandang di Jakarta saat menjamu Persib Bandung pada Minggu (10/5). Padahal laga itu sangat krusial buat kedua tim, terutama buat Persija untuk menjaga kans juara.
Karena alasan keamanan, operator liga dan PSSI memutuskan untuk memindahkan duel el Clasico versi Indonesia itu ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.
“Kita sudah bicara tentang itu, kita sangat sayang tidak bisa main di kandang sendiri kita. Tapi kita terima kasih sama Borneo sudah terima kita dengan baik,” kata Souza pada jumpa pers pra-pertandingan di Samarinda, Sabtu.
Ini pertemuan kedua Persija dengan Persib musim ini, setelah pada pertemuan pertama pada Januari tahun ini, Macan Kemayoran takluk 0-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung.
Jaga asa juara

Souza menyatakan pasukannya sudah tahu seberapa besar gengsi yang dipertaruhkan dalam laga ini. Ia berharap laga bertajuk Derbi Indonesia ini berjalan menarik dan pemain yang bermain saling menaruh respek.
“Jadi harapan saya, pertandingan di lapangan itu aman dan pemain itu bisa respek satu sama lain, dan kita bisa bikin pertandingan luar biasa dari dua tim besar ini. Tentu saja kami ingin menang,” kata dia.
Persija yang masih memiliki peluang juara berada di posisi ketiga dengan 65 poin, beda tujuh poin dari Persib yang memuncaki klasemen dengan 72 poin.
Kemenangan atas Persib akan membuat peluang juara Persija terus hidup, dengan syarat Borneo FC kalah melawan tuan rumah Bali United pada Senin (11/5).
Senada, bek Persija Rizky Ridho menyatakan mereka telah mempersiapkan diri dengan baik dan berharap seluruh pemain Macan Kemayoran dapat menjalankan instruksi pelatih guna meraih hasil terbaik.
Derbi terbaik di Asia Tenggara

Di sisi lain, Persib juga menyatakan kesiapan penuh menaklukkan Persija di Samarinda. Pelatih Persib, Bojan Hodak menyebut laga nanti bukan sekadar rivalitas sejarah tapi lebih dari itu.
“Laga Persib vs Persija merupakan pertandingan dengan tensi tinggi dan bisa dibilang sebagai derbi terbaik di Asia Tenggara. Tentunya, kedua tim sama-sama tidak ingin kehilangan poin,” ujar Hodak.
Hodak menampik bahwa pemindahan venue ke Samarinda akan menguntungkan timnya secara teknis, lantaran tekanan suporter lawan diprediksi tidak semasif jika bermain di Jakarta. “Saya pikir tekanannya sama saja.’ (*/N-01)





