
BHAYANGKARA Presisi Lampung FC mulai menebar ancaman bagi klub-klub papan atas memasuki paruh kedua kompetisi. Terbaru, tim berjuluk the Guardian itu melumat Semen Padang 4-0 di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim pada Selasa.
Gol diciptakan oleh Moussa Sidebe dua gol, Ryo Matsumara dan Doumbia. Tambahan tiga poin itu membuat Bhayangkara Presisi Lampung merangkak ke lima klasemen sementara Super League dengan poin 35 dari 23 pertandingan. Sebaliknya, Semen Padang belum beranjak dari posisi 17 dengan poin 16 dari 23 pertandingan.
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster mengatakan timnya pantas menang atas Semen Padang. Munster pun memuji penampilan anak asuhnya secara keseluruhan.
“Malam ini, saya yakin kami pantas menang. Meskipun terkadang laga kandang kami sedikit kesusahan meraih tiga poin,” katanya.
Main untuk menang
Ia menilai bahwa anak asuhnya bermain cukup baik dan konsisten sehingga memang kemenangan atas lawannya di kandang cukup pantas didapat.
“Kapan pun kami bermain, baik di rumah maupun di luar. Tentu harus bermain untuk menang. Memang tidak mudah, tetapi hari ini kami bermain sangat baik dan pantas mendapatkan hasil maksimal,” kata dia.
“Kami menjalani semuanya langkah demi langkah. Fokus pada pertandingan hari ini, pada performa, dan pada konsistensi. Konsistensi adalah hal yang paling penting dalam pertandingan tadi,” tegasnya.
Pertandingan aneh
Di sisi lain, pelatih Semen Padang, Dejan Antonic menilai pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC agak aneh.
“Pertandingan berjalan aneh. Wasit menghadiahi penalti bagi tuan rumah dan kartu merah yang tak perlu untuk pemain kami,” katanya.
Bahkan teknologi VAR tidak berjalan maksimal, sehingga banyak merugikan timnya.
“Ya kami kalah hari ini, tapi saya bisa lihat pertandingan cukup aneh, dua penalti dan kartu merah, VAR tidak jalan. Saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata dia. (*/N-01)








