Sempal Menolak Dinasti Politik di Pilkada Solo dan Jateng

SOLO Melawan Politik Amoral (Sempal) menolak calon boneka dinasti politik Jokowi dalam Pilkada di Solo dan Jawa Tengah (Jateng).

Mereka mengajak rakyat selaku pemilih berani tidak mencoblos pasangan calon kepala daerah yang disokong partai di Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Penegasan Sempal itu mengemuka dari hasil diskusi para aktivis pro demokrasi Solo Raya di Kedai Kopi, Solo, Rabu (4/9) malam.

Sempal berpendapat dinamika politik nasional pasca pilpres 2024 belum menyurutkan ambisi politik dinasti penguasa untuk berkuasa di semua lini.

“Sukses mengantarkan Gibran menjadi wakil presiden, dengan memanfaatkan kerabat di MK dan terbukti mengabaikan etika (putusan MKMK) politik,” kata Prijo, aktivis Sempal.

BACA JUGA  27 Pejabat Polda DIY Asistensi ke 27 Polsek Yogya dan Sleman

Ia menambahkan bahwa publik disuguhi drama cawe-cawe penguasa terhadap lembaga legislatif. Termasuk mengabaukan putusan MK soal batasan jumlah parpol pengusung kepala daerah.

“Guna memuluskan skenario Kaesang bisa maju dalam Pilgub Jawa Tengah atau Jakarta,” ujar Prijo, aktivis Sempal.

Tak hanya anak, menantu juga disokong koalisi agar bisa maju sebagai calon gubernur Sumatra Utara. Partai-partai berkoalisi mendukung satu paslon sehingga rakyat tidak punya pilihan.

Perlawanan rakyat bersama mahasiswa terjadi hampir di seluruh kota besar untuk mengawal putusan MK.

“Dan ini berimbas pada Kaesang dan Erina yang tidak memenuhi syarat tidak cukup umur untuk maju sebagai calon kepala daerah ,” sergah Sempal.

BACA JUGA  Bawaslu Imbau Semua Paslon Tertibkan APK di Masa Tenang

Pilkada Solo dan Jateng

Dalam Pilgub Jawa Tengah, calon yang di ajukan kartel parpol penguasa adalah Ahmad Lutfi, yang semula akan di pasangkan dengan Kaesang.Namun akhirnya KIM mmeilih paslon Luthfi-Taj Yasin.

Cawe-cawe Jokowi tidak berhenti karena anaknya Gibran Rakabuming Raka notabene adalah Wapres terpilih mengantarkan pendaftaran Ahmad Luthfi-Taj Yasin.

Begitu halnya dalam Pilkada Solo, sejak awal dinasti Jokowi sudah mendukung pencalonan Bhre (KGPAA Mangkunegoro X)- Astrid.

Tapi belakangan Bhre mundur dan digantikan Respati Ardi yang tidak mengurangi dukungan dinasti politik penguasa.

Sempal menilai praktik ini sarat nepotisme, dan merusak demokrasi. Saat ini, tidak ada kekuatan paropl yang berani melawan kekuasan Jokowi yang rakus selain PDI Perjuangan.

BACA JUGA  Surat Suara untuk Pilkada Serentak Riau Resmi Didistribusikan

Dalam momentum Pilkada 2024, Sempal berharap bahwa calon-calon yang didukung dinasti politik tidak mendapat dukungan dari rakyat.Terutama di Pilkada Solo dan  Jawa Tengah.

Hal ini penting sebagai upaya menyelamatkan demokrasi ke depan. Rakyat harus melawan nepotisme dan oligarki. (WID/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

KAI DAOP 6 Tambah Tujuh Kereta Tambahan pada Libur Iduladha

UNTUK mendukung mobilitas masyarakat pada periode libur Hari Raya IdulAdha dan Hari Lahir Pancasila dari 27 Mei – 1 Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta…

Pemerintah Seriusi Pembangunan Kereta Api di Kalimantan

SEBAGAI kepulauan terbesar di Indonesia, sudah saatnya Kalimantan memiliki konektivitas transportasi yang bukan hanya mengandalkan jalan darat dan jalan tol. Apalagi Ibu Kota Indonesia bakal pindah dari Jakarta ke Kalimantan,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

  • June 10, 2026
Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika