
UNIVERSITAS Gadjah Mada Yogyakarta membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur IUP (International Undergraduate Program) gelombang kedua.
Melalui pendaftaran yang berlangsung hingga 28 April mendatang, UGM akan menerima 1.221 mahasiswa baru yang akan terdistribusi di 31 program studi.
Program kelas internasional ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik dengan standar global, termasuk pengajaran dalam bahasa Inggris, kesempatan pertukaran pelajar, dan kolaborasi penelitian internasional.
IUP menjadi program unggulan dari UGM yang secara menyeluruh memiliki standar internasional.
Double degree
Program IUP bekerjasama dengan mitra-mitra internasional, baik di dalam proses pembelajaran, ketika melakukan kegiatan international exposure, atau riset.
Ketua Program Studi Geografi Lingkungan, Dr.Andung Bayu Sekaranom, menjelaskan program IUP di Fakultas Geografi, khususnya pada Program Studi Geografi Lingkungan, menawarkan program unggulan yang berbeda dengan kelas reguler.
Prodi ini, jelasnya membuka program double degree yang sudah bekerjasama dengan universitas di Taiwan.
Mahasiswa yang mengikuti program IUP dapat merasakan pengalaman belajar sekaligus magang di Taiwan. Tak hanya itu, program ini juga memberi fasilitas bagi mahasiswa yang ingin menempuh studi di universitas-universitas dunia lainnya, seperti universitas di Belanda dan Korea.
“Tapi tidak menutup kemungkinan juga terdapat negara lain yang juga kami fasilitasi untuk melakukan kegiatan international exposure,” jelasnya, Selasa (7/4).
Akreditasi internasional
Kelas IUP pada program studi Geografi Lingkungan tersebut, ujarnya telah memiliki akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences, and Mathematics) lembaga akreditasi yang berbasis Jerman.
Pelaksanaan perkuliahan, jelasnya dengan menggunakan Bahasa Inggris secara penuh. Program ini turut menghadirkan tenaga pengajar asing dari universitas yang telah bermitra.
“Kita harapkan lulusan dapat memiliki karir di kancah internasional,” ungkapnya.
Beasiswa
Sementara Ketua Program Studi Fisika, FMIPA Dr. Ahmad Kusumaatmaja, menyampaikan kelas IUP pada Program Studi Fisika memiliki program unggulan sendiri, yaitu Special Intense Program.
Program ini, jelasnya memberikan beasiswa bagi para mahasiswa yang ingin bekerja di Taiwan. Program ini lanjutnya telah bekerjasama dengan universitas di Taiwan yang telah menjalin kerjasama dengan industri, sehingga mahasiswa yang mengikuti program ini mendapat jaminan karir di perusahaan.
Dengan skema belajar tiga tahun di UGM, satu tahun di Universitas Taiwan, satu tahun magang di industri, dan dua tahun ikatan kerja.
“Nanti akan mendapatkan jaminan karir di industri Taiwan,” paparnya.
Karier internasional
Tak hanya di Taiwan, program IUP Fisika UGM juga bekerjasama dengan industri global, seperti di Jerman dan Jepang.
Selain itu, Program IUP FIsika UGM ini turut memberikan beragam fasilitas yang menunjang karier internasional bagi para mahasiswa.
Ahmad menjelaskan bahwa wajib bagi para mahasiswa untuk melakukan exposure ke luar negeri. Untuk menunjang karier tersebut, disediakan Foreign Language Center di Fakultas MIPA sebagai pusat bahasa untuk menyiapkan para mahasiswa dalam menunjang mobilitas internasional.
Jaringan internasional
Program IUP di Fakultas Biologi kata Ketua Program Studi Biologi, Dr. Luthfi Nurhidayat memiliki banyak kolaborasi dengan jaringan internasional.
Universitas dunia yang menjalin kerjasama dengan Biologi UGM adalah University of Leeds, Australian National University, Western Sydney University, dan Dayeh University.
Dari Dayeh University turut memberi fasilitas program magang selama satu tahun sekaligus memberi kesempatan bekerja di industri selama dua tahun.
“Sudah banyak mahasiswa Biologi UGM yang berkuliah di sana, bahkan sudah lulus dari kampus-kampus internasional tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan Program IUP Biologi turut memfasilitasi mahasiswa dalam student exchange, summer course, publikasi internasional, dan konferensi internasional. (AGT/M-01)






