UIN Sunan Kalijaga Peringkat 7 Dunia Religious Studies Versi SCImago

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berdasarkan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject menempati peringkat ke-7 dunia pada bidang religious studies. Di tingkat nasional, sebanyak empat Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) masuk dalam jajaran 25 besar dunia, dengan UIN Sunan Kalijaga berada pada posisi tertinggi
.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyebut prestasi itu tidak hanya mencerminkan posisi akademik, tetapi juga menegaskan peran mereka dalam peta keilmuan global, khususnya dalam kajian keagamaan yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer.

Pemeringkatan SCImago sendiri didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset (50 persen), inovasi (30 persen), dan dampak sosial (20 persen), dengan basis utama pada data publikasi serta sitasi ilmiah yang terindeks secara internasional, terutama melalui Scopus.

Publikasi ilmiah

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kerja keras seluruh civitas akademika atas capaian ini. Insyaallah, prestasi ini akan terus kita pertahankan dan tingkatkan. Yang terpenting, pemeringkatan ini menjadi milestone sekaligus motivasi untuk terus melangkah memajukan kualitas pendidikan tinggi yang bereputasi, berdampak, dan diakui secara internasional,” ujarnya.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V Bidang Hukum Versi Scimago

Capaian ini ditopang oleh sejumlah faktor kunci, salah satunya kekuatan ekosistem publikasi ilmiah yang dimiliki UIN Sunan Kalijaga. Keberadaan jurnal bereputasi internasional seperti Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, bersama jurnal-jurnal unggulan lainnya seperti jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam yang terindeks Q1, serta Jurnal Pendidikan Agama Islam yang terindeks Q2, turut memperkuat visibilitas dan jejaring keilmuan global.

Selain itu, produktivitas publikasi dosen dalam berbagai isu keagamaan kontemporer turut memperkuat posisi tersebut. Tema-tema seperti Islam dan demokrasi, gender, ekonomi, syatiah, pluralisme, hingga etika publik menjadi bagian dari diskursus global yang banyak dirujuk, sehingga meningkatkan citation impact.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa

Ekosistem ini juga ditopang oleh keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa dalam publikasi ilmiah. Produktivitas yang konsisten tersebut membentuk klaster keilmuan yang kuat, sehingga capaian tidak bersifat sporadis, melainkan terbangun secara sistematis.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V Bidang Hukum Versi Scimago

Di sisi lain, kolaborasi riset internasional juga menjadi pilar penting. Sejumlah dosen UIN Sunan Kalijaga terlibat dalam kerja sama dengan berbagai institusi global, di antaranya dengan Norwegian Centre for Human Rights (NCHR) University of Oslo, serta kolaborasi lintas negara yang melibatkan akademisi dari Jerman dan Korea Selatan. Kolaborasi ini memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas dan jangkauan publikasi ilmiah.

Kekuatan lain terletak pada ekosistem keilmuan yang terbangun secara luas dan terintegrasi. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, hingga Pascasarjana, menjadi ruang tumbuhnya kajian religious studies yang bersifat interdisipliner.

Pendekatan integratif-interkonektif yang menjadi core values UIN Sunan Kalijaga memungkinkan dialog antara ilmu keislaman dengan ilmu sosial, humaniora, dan sains.

BACA JUGA  UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V Bidang Hukum Versi Scimago

Perkuat kualitas riset

Dengan fondasi tersebut, capaian peringkat ke-7 dunia bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari arah pengembangan keilmuan yang berkelanjutan. UIN Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa kajian mampu berkontribusi dalam percakapan akademik global.

Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi pijakan untuk terus memperkuat kualitas riset, memperluas kolaborasi internasional, serta menghadirkan kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat luas.

Pada saat yang sama, capaian ini juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan, baik dalam memperkuat daya saing di tingkat global, akses terhadap jejaring akademik internasional, maupun pengalaman pembelajaran yang semakin berbasis riset dan relevan dengan perkembangan dunia. (AGT/M-01)

Related Posts

UNY Terima 1.834 Mahasiswa Baru dari Jalur SNBP

UNIVERSITAS Negeri Yogyakarta menerima 1.834 mahasiswa baru dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Jumlah itu terdiri dari 1.616 mahasiswa jenjang S1 dan 218 mahasiswa jenjang D4. Para mahasiswa baru…

UPN Veteran Yogyakarta Punya Empat Guru Besar Baru

UNIVERSITAS Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggul dengan mengukuhkan empat guru besar baru. Keempat guru besar tersebut menjalani prosesi pengukuhan secara khidmat melalui Sidang Terbuka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UNY Terima 1.834 Mahasiswa Baru dari Jalur SNBP

  • April 1, 2026
UNY Terima 1.834 Mahasiswa Baru dari Jalur SNBP

Lembaga Sertifikasi Dapur MBG harus Independen dan Berkompeten

  • April 1, 2026
Lembaga Sertifikasi Dapur MBG harus Independen dan Berkompeten

Yuk, Kenali Gejala Kanker Ginjal Sejak Dini

  • April 1, 2026
Yuk, Kenali Gejala Kanker Ginjal Sejak Dini

UIN Sunan Kalijaga Peringkat 7 Dunia Religious Studies Versi SCImago

  • April 1, 2026
UIN Sunan Kalijaga Peringkat 7 Dunia Religious Studies Versi SCImago

UPN Veteran Yogyakarta Punya Empat Guru Besar Baru

  • April 1, 2026
UPN Veteran Yogyakarta Punya Empat Guru Besar Baru

Wali Kota Bandung Lepas 1.679 Jemaah Haji

  • April 1, 2026
Wali Kota Bandung Lepas  1.679 Jemaah Haji