Forever In The Air, Bukti GIGI masih Relevan Setelah 31 Tahun

BAND legendaris GIGI resmi merilis album terbaru bertajuk Forever In The Air pada Rabu (8/10). Album ini menjadi refleksi perjalanan karier mereka selama lebih dari tiga dekade di industri musik Indonesia.

Album yang dirilis di bawah Binar Records dengan lisensi eksklusif ke Juni Records ini memuat sembilan lagu berdurasi total 32 menit. Setelah terakhir merilis album Setia Bersama Menyayangi dan Mencintai pada 2017, kini GIGI kembali dengan karya yang memadukan energi baru dan karakter khas mereka.

Grup yang digawangi oleh Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bass), dan Gusti Hendy (drum) menggambarkan Forever In The Air sebagai perjalanan emosional seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya. Setiap lagu memiliki interpretasi visual dan makna yang saling terhubung.

BACA JUGA  Musisi Muda Jazz Bandung Raih Penghargaan Internasional

“Perjalanan tiga dekade ini penuh pasang surut, tapi kami tetap bertahan dan ingin terus bernyanyi sampai akhir,” ujar Dewa Budjana dalam kanal YouTube resmi GIGI.

Beberapa lagu seperti “Don’t Stop” menghadirkan nuansa rock ala era 90-an, sementara “Tak Semua Sama” dibuka dengan melodi gitar lembut yang menyentuh. Lagu Ketika dan Terbitlah menjadi penutup emosional perjalanan dalam album ini.

Hadir juga disusul lagu-lagu bernuansa ceria seperti Priyayi, Semua Kan Terjawab, Jangan, dan Masa Itu.

Seluruh lagu direkam di Power Station, Berklee, New York, dan diproses di Los Angeles, dengan semua personel GIGI terlibat langsung dalam penulisan lagu, aransemen, hingga produksi.

BACA JUGA  BTS Comeback Full Member, Album Baru Rilis 20 Maret

Album Forever In The Air menjadi bukti bahwa setelah 31 tahun berkarya, GIGI masih terus terbang tinggi dan relevan di dunia musik Indonesia. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

KAI Logistik terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Layanan ini menjadi alternatif distribusi B3 yang terstandar dan dikelola ketat sesuai…

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp35,8 Triliun di Jateng-DIY di 2025

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat volume penjaminan sebesar Rp35,8 triliun di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang 2025. Dari total tersebut, sebanyak 577.454 pelaku usaha mikro,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

  • February 12, 2026
Prof Noorhaidi Siap Bawa UIN Sunan Kalijaga Bereputasi Global

Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

  • February 12, 2026
Sultan Minta Kepala DPMPTSP DIY Ubah Gaya Kepemimpinan

Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

  • February 12, 2026
Tolak Keterangan Kusnadi, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon Hibah

Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

  • February 12, 2026
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Tasikmalaya Naik

UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset

  • February 12, 2026
UGM Gandeng NVIDIA dan Indosat untuk Kembangkan Riset

KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

  • February 12, 2026
KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api