
FLOW film animasi tanpa dialog karya sutradara Gints Zilbalodis asal Latvia telah memukau jutaan penonton.
Kisah kucing hitam yang berjuang dan bertahan hidup setelah banjir besar dampak perubahan iklim. Dalam film itu kucing hitam itu tidak punya nama.
Ia sebatang kara tinggal di rumah milik tuannya yang ditinggal pergi. Ia menjalin kerja sama dengan berbagai hewan lain seperti anjing, lemur, kapibara, dan burung secretarybird.
Walaupun tanpa dialog, kisahnya cukup menegangkan sekaligus bikin sedih dan mudah dipahami. Bahkan penonton merasa sedih dan takut saat melihat si kucing hitam terombang-ambing di laut dan kadang tenggelam.
Dengan sembilan nyawa demikian menurut kepercayaan, kucing hitam itu selamat dari badai dan banjir bersama teman-temannya, kecuali burung secretarybird.
Film yang digarap oleh pemerintah menelan anggaran sekitar €3,5 juta. Film animasi Flow ini menggunakan perangkat lunak animasi sumber terbuka (open source) Blender.
Flow meraih penghargaan Best Animated Feature di Oscar 2025, menjadikannya film independen pertama yang memenangkan kategori tersebut.
Kekuatan Flow pada teknik cerita tanpa dialog tetapi mudah dipahami penonton. Ekspresi visual, suara kucing, anjing, dan binatang lainnya mampu menyampaikan emosi.
Gaya animasi seperti lukisan tangan, dan cerita yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan kehidupan manusia saat ini menghadapi perubahan iklim.
Flow sebelum meraih Piala Oscar telah mendapat pengakuan dari Festival Film Cannes, Annecy dan Busan.

Film ini juga menjadi tonggak bersejarah bagi Latvia, sebuah negara yang tidak memiliki industri film yang besar seperti Hollywood, Inggris, atau India, Korea dan Hong Kong, namun mampu berjaya di berbagai festival film bergengsi.
Dan menjadi film indi pertama yang memenangkan Oscar. Hal itu patut menjadi contoh di Indonesia.
Dampak positif dari Flow ini, terpasang patung kucing hitam di jantung Kota Riga, ibu kota negara Latvia karena berkat film itu, nama Latvia terangkat di dunia internasional.
Patung kucing hitam itu juga membawa keburuntungan karena menjadi ikon kota tersebut dan banyak dikunjungi wisatawan untuk berfoto.
Gambar-gambar kucing hitam juga ditemui di banyak tempat. Dan tentunya warga mulai memelihara kucing hitam mirip tokoh utama film Flow. (*/S-01)