Antisipasi Virus Nipah, BBKK Surabaya Perketat Pemeriksaan

BALAI Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi agar virus Nipah tidak masuk wilayah Jawa Timur. BBKK Surabaya juga meminta masyarakat tidak terlalu panik.

Kepala BBKK Surabaya dr Rosidi Ruslan mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan kesehatan pelaku perjalanan internasional melalui bandara maupun pelabuhan.

“Kami selalu meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk negara yang menjadi wilayah kerja kami, seperti Bandara Internasional Juanda dan sejumlah pelabuhan. Tujuannya jelas, jangan sampai virus Nipah masuk tanpa terdeteksi,” kata dr Rosidi, Kamis (5/2).

Perjalanan luar negeri

BBKK Surabaya memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi agar virus Nipah tidak masuk wilayah Jawa Timur.

Rosidi menjelaskan, langkah utama yang dilakukan berupa penguatan pengawasan kesehatan pelaku perjalanan luar negeri. Setiap penumpang dari luar negeri yang datang dilakukan skrining suhu tubuh menggunakan alat pemindai.

“Kalau ada yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius, langsung kami arahkan ke klinik untuk pemeriksaan lebih lanjut secara visual dan medis,” kata Rosidi.

BACA JUGA  UMKM Kampung Kue Surabaya Krisis Tepung Beras Lokal

Pemeriksaan tersebut, kata Rosidi, tidak hanya terkait virus Nipah. BBKK juga mewaspadai berbagai penyakit menular lain yang berpotensi terbawa pelaku perjalanan.

“Petugas kami disiagakan untuk deteksi dini berbagai penyakit menular, bukan hanya Nipah. Semua gejala mencurigakan tetap kami tindak lanjuti,” kata Rosidi.

Pengisian SSHP

Pengawasan itu juga diperkuat melalui pengisian Satu Sehat Health Pass (SSHP) oleh pelaku perjalanan sebelum masuk Indonesia. Dari aplikasi tersebut petugas bisa melihat riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan penumpang.

Data dari aplikasi itu juga membantu petugas mengelompokkan risiko pelaku perjalanan, apakah berisiko tinggi, sedang, atau rendah.

“Kalau ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit seperti India, itu jadi prioritas pengawasan kami. Kami bisa notifikasi maskapai dan lakukan pemeriksaan lebih detail saat tiba,” ujar Rosidi.

BACA JUGA  Pemkot Quanzhou Ajak Pertukaran Pelajar Lulusan SMP Surabaya

Alur rujukan

BBKK Surabaya juga telah menyiapkan alur rujukan jika ditemukan kasus dengan gejala mengarah ke Nipah. Rumah sakit rujukan yang ditunjuk adalah RSUD dr Soetomo Surabaya yang telah memiliki fasilitas ruang isolasi.

“Kalau ada yang terindikasi, langsung kami rujuk ke RS dr Soetomo untuk pemeriksaan lanjutan dan isolasi bila diperlukan,” kata Rosidi.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan dinas kesehatan kabupaten/kota jika pelaku perjalanan yang bergejala melanjutkan perjalanan ke daerah. Rosidi menegaskan, hingga saat ini BBKK memastikan belum ada kasus virus Nipah terkonfirmasi di Jawa Timur.

Tidak panik

“Artinya sampai sekarang kami belum menemukan kasus Nipah pada manusia di wilayah Jawa Timur. Tapi pengawasan tetap berjalan 24 jam,” tegas Rosidi.

BACA JUGA  PSEL Benowo Surabaya Jadi Model Pengolahan Sampah Modern

Rosidi kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Virus Nipah gejalanya adalah demam tinggi yang disertai sakit kepala hebat. Selain itu gangguan pernafasan (batuk, sesak nafas, dan sakit tenggorokan).

Gejala pencernaan seperti muntah dan kesulitan menelan dan nyeri otot yang persisten juga menjadi tanda. Pada tahap yang lebih parah, virus ini dapat menyebabkan Ensefalitis atau peradangan otak akut. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

MENDEKATI volume perjalanan kereta api yang melonjak pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 6…

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

WAKIL Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (10/2). Program TMMD dinilai mampu mempercepat akselerasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

  • February 10, 2026
Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

  • February 10, 2026
DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane