UNDIP-BRIN Bahas Nuklir untuk Energi Emisi Bersih

UNIVERSITAS Diponegoro (UNDIP) melalui Center for Plasma Research Team (CPR-TEAM) melakukan pertemuan dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) membahas rencana kerjasama pemanfaatan tenaga nuklir untuk energi.

Kerjasama ini  menyambut pencanangan  Net Zero Emission  2060.

PLTN yang dikaji baik fusi nuklir  maupun fisi nuklir. Fusi nuklir yaitu inti atom ringan bergabung dan menghasilkan energi.

PLTN fusi  belum terealisasi di dunia. PLTN fusi melalui tokamak plasma, kini sedang diteliti di International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER).

Kajian teknologi plasma memang cukup maju di Universitas Diponegoro, termasuk simulasi untuk Tokamak Plasma.

UNDIP diwakili oleh Muhammad Nur, sebagai pendiri CPR-TEAM dan guru besar di Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika UNDIP.

BACA JUGA  Mahasiswa UGM Ikuti NIB 2026 di Kanada

Sedangkan  BRIN dihadiri oleh Tri Mumpuni selaku Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional beserta tim.

Diskusi berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Acintya Prasada FSM UNDIP, Minggu(28/7).

Karena fusi nuklir masih sangat lama menantinya, kebutuhan energi berbasis reaksi nuklir difokuskan pada fisi nuklir.

Dalam keterangannya, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Mumpuni mengatakan bahwa pertemuan ini masih sebatas diskusi dan belum ada rencana pembuatan reaktor nuklir sebagai sumber energi.

Menurutnya, melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan bisa lebih “aware” terhadap perkembangan teknologi.

Dibutuhkan teknologi bersih, terlebih untuk bertahan, dan menghadapi di tahun 2060.

“Makanya tidak ada salahnya nuklir ini menjadi sesuatu yang dibicarakan karena sebelumnya dianggap tabu. Saya termasuk orang yang dulu menentang nuklir di tahun 91 karena saya melihat belum ada teknologi yang seaman teknologi saat ini,” ungkapnya.

BACA JUGA  Ilmuwan Undip Diminta Hasikan Inovasi yang Menjawab Masalah

Pendiri Center for Plasma Research Team (CPR-TEAM), Muhammad Nur, menyampaikan bahwa kita perlu melihatnya dengan cara pandang baru.

Perkembangan teknologi kini reaktor daya sudah menggunakan generasi ke 4, dayanya sangat kecil, 1-4 MWe.

Dikembangkan dalam bentuk modul, small modular reactors. PLTN generasi baru ini bisa menjadi harapan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, yang memiliki banyak pulau yang tersebar di penjuru Indonesia.

Muhammad Nur menambahkan bahwa teknologi sekarang merupakan generasi keempat jadi sangat jauh berbeda dibanding dengan generasi pertama sampai tiga. Generasi keempat ini usia limbah radioaktifnya sangat pendek.

Reaktor daya dalam bentuk modul hanya 4 MWe. Terobosan yang sangat menarik untuk dikembangkan pemanfaatannya di Indonesia dan dapat ditempatkan di pulau-pulau Indonesia. (Htm/S-01)

BACA JUGA  Undip Beri Gelar Profesor Kehormatan pada Dr Yulius

Siswantini Suryandari

Related Posts

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

KABAR duka menghampiri bangsa Indonesia dan PDI Perjuangan. Putra dari Presiden pertama RI, Soekarno yang juga adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta pendiri dari Sanggar Seni Mahardhika, Guruh…

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming mengatakan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menangani kondisi para pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Hal itu diungkapkan Wapres…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks