Keraton Yogyakarta Kembali Pentaskan Beksan Jiwa Taruna

DALAM rangka memperingati hari dan weton kelahiran (Wiyosan Dalem) Sri Sultan Hamengku Bawono Ingkang Jumeneng Ka 10, Suryaning Mataram, Senopati Ing Ngalogo, Langgenging Bawono Langgeng, Langgenging Tata Panotogomo, pada hari Senin Pon (15/7), Keraton Yogyakarta mementaskan Beksan Jiwa Taruna dalam Uyon-uyon Hadiluhung di Kraton Yogyakarta.

Beksan Kakung atau beksan/tarian yang dibawakan penari pria ini mengambil asar cerita dari manuskrip koleksi Kridhamardawa yang kini tersimpan di Kawedangan Widyabudaya Keraton Yogyakarta.

Naskah itu sebenarnya pernah diintepretasi oleh seorang mahasiswa ISI Yogyakarta, Sumaryono pada 1984 dan menghasilkan tari berjudul Wiratamtama dan kemudian dipentaskan pada 2 Agustus 1984. Namun, sebelumnya beksan dengan judul Wiratamtama, pertama kali dipentaskan pada 14 Juli 1957 oleh Bebadan Among Beksa di nDalem Purwodiningratan (sekarang nDalem Kaneman) yang pada saat itu putra Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, Bandoro Raden Mas Dananjaya memerankan tokoh utama, Jaka Tingkir.

BACA JUGA  Perkuat Kerja Sama, Dubes Jepang Kunjungi Sri Sultan Hamengku Buwono X

Beksan Jiwa Taruna yang dipentaskan Senin Pon atau malam Selasa Wage ini, bertutur tentang perjalanan Jaka Tingkir atau Mas Karebet yang akan mengabdi di Kerajaan Demak. Jaka Tingkir atau Mas Karebet tercatat kemudian menjadi raja pertama di Kesultanan Pajang dengan gelar Sultan Hadiwijaya.

Selama pengabdiannya di Demak itulah yang kemudian menjadi sumber cerita yang dituturkan melalui tarian atayu beksa. Dalam naskah kandha T.59, disebutkan Jaka Tingkir diwisuda menjadi pemimpin prajurit tamtama.

Selain Jaka Tingkir, dalam tarian ini juga muncul tokoh Dhadhungawuk. Keduanya bertemu dalam sayembara yang diadakan oleh Demak untuk mencari lurah tamtama. Saat itu datang Dhadhungawuk yang berwatak sombong.

Dhadhungawuk tidak mau melawan calon prajurit lain, kecuali melawan Jaka Tingkir. Jaka Tingkir pun kemudian memenuhi tantangan tersebut, sehingga terjadi pertarungan yang seru.

Namun ternyata Dhadhungawuk dapat dikalahkan oleh Jaka Tingkir. Hanya saja kemudian Jaka Tingkir tidak mendapat penghargaan tetapi justru dipecat dari keprajuritan karena mengalahkan Dadhungawuk.

BACA JUGA  Ketika Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti Dikuasai Anak-anak

Dalam versi lain, Dhadhungawuk terbunuh karena ditusuk dengan sadak kinang atau ikatan daun sirih oleh Jaka Tingkir.

Meski dipecat dan dikeluarkan, Jaka Tingkir tetap ingin mengabdi di Demak. Jaka Tingkir kemudian sowan atau mendatangi Pamannya, Ki Kebo Kanigoro. Dari pertemuan tersebut, Jaka Tingkir mendapatkan beberapa sipat kandel (mantra yang memiliki kekuatan). Kebo Kanigoro kemudian menyampaikan agar Jaka Tingkir kembali ke Demak dan diminta kembali maju sebagai Wira Tamtama.

Banyak rintangan

Selanjutnya, Jaka Tingkir berangkat lagi ke Demak. Ia berusaha sekuat tenaga menghadapi banyak rintangan dalam perjalanannya kembali ke Demak, antara lain siluman Buaya Bajul Gilig yang ia hadapi saat menyeberang Sungai Bengawan Solo.

Setelah berhasil mengalahkan siluman itu, Jaka Tingkir kembali ke Demak. Dalam perjalanan kembali tersebut, ia bertemu dengan kerbau yang disebut Kebondanu yang sedang mengamuk. Tak ada prajurit dan narapraja Demak yang bisa menundukkannya. Jaka Tingkir pun maju dan dan berhasil membunuhnya. Keberhasilan tersebut membuat Jaka Tingkir diangkat kembali menjadi Lurah Prajurit dan mendapat julukan Wiratamtama.

BACA JUGA  Konferensi AAS Ditutup dengan Flashmob Beksan Wanara para Peserta

Beksan Jiwa Taruna itu sendiri diiringi dengan Lagon Wetah Laras Slendro Pathet Manyura dan dilanjutkan dengan Kawin Sekar Durma Dhendha Rangsang serta pembacaan Kandha.

Selanjutnya Ladrang Liwung Slendro Manyura, Kawin Sekar Asmaradana, Lancaran Mangsah Yuda, Ada-Ada Jugag, Ladrang Gangsaran Taruna Sura, Plajaran Wetah, Kawin Sekar Megatruh Wuluh Gadhing, Carabalen, Lagon Wetah Slendro Pathet Manyura, Ladrang Gangsaran Jiwa Taruna Slendro Manyura dengan Kendhangan Bhineka, Ladrang Liwung Slendro Manyura, dan Lagon Jugag Slendro Manyura. (AGT/N-01)

 

Dimitry Ramadan

Related Posts

Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X melepas langsung keberangkatan 1.800 pedagang Warmindo dalam Mudik Bareng Warmindo Yogyakarta pada Senin (16/3). Kegiatan yang kini telah menjadi tradisi tahunan menjelang Idulfitri…

Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

RATUSAN pengemudi ojek online (ojol) perempuan berstatus janda mendapatkan bantuan paket sembako dari Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Pembagian bantuan tersebut berlangsung di kediaman pribadinya, Kompleks Perumahan AL Sugihwaras Kecamatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran

  • March 16, 2026
Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran

BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

  • March 16, 2026
BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

  • March 16, 2026
Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

  • March 16, 2026
PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

  • March 16, 2026
Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

Fapet UGM UGM dan Pemda DIY Kerjasama Tingkatkan Kualitas Ternak

  • March 16, 2026
Fapet UGM UGM dan Pemda DIY Kerjasama Tingkatkan Kualitas Ternak