
REKTOR Universitas Islam Indonesia Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., menegaskan, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilan manusia yang mampu memberikan jawaban.
Namun, pendidikan tinggi juga harus dapat melahirkan manusia yang mampu mengajukan pertanyaan yang tepat, mempertimbangkan konsekuensi setiap keputusan serta memiliki keberanian memilih jalan yang benar.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., pada wisuda Program Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma di kampus setempat, Sabtu.
Lebih lanjut dikatakan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan tinggi, hendaknya tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi diwujudkan melalui karya dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Identitas sebagai alumni UII membawa tanggung jawab untuk menjaga nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan,” katanya.
Ujian integritas

Menurut Rektor, integritas akan diuji ketika para lulusan ini kemudian dihadapkan pada pilihan antara kemudahan dan kebenaran, sedangkan keilmuan akan diuji ketika menghadapi persoalan yang jawabannya tidak selalu tersedia di buku.
Pada saat-saat seperti itu, katanya pendidikan dan nilai yang diperoleh selama berada di UII menemukan makna yang sesungguhnya. Ia mengingatkan kepada para wisudawan perjalanan setelah wisuda tidak selalu berjalan sesuai rencana.
“Saudara mungkin akan menghadapi penolakan, kegagalan, atau perubahan keadaan. Hadapilah setiap pengalaman dengan kesungguhan, kemauan untuk mengevaluasi diri, dan keberanian untuk bangkit tanpa kehilangan nilai dan prinsip yang menjadi kompas dalam perjalanan saudara,” tegasnya.
Jaga hubungan dengan almamater
Sementara hubungan wisudawan dengan UII tidak berakhir setelah prosesi wisuda ini. “Jagalah kedekatan dengan almamater dan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia, bangunlah jejaring, serta bagikan pengalaman dan kesempatan,” katanya.
Keberhasilan, katanya akan semakin bermakna ketika para wisudawan ini kemudian turut membuka jalan bagi orang lain untuk tumbuh dan memberikan manfaat.
Universitas Islam Indonesia, kali ini mewisuda 1.114 lulusan, yang terdiri atas 13 lulusan program doktor, 87 lulusan program magister, 949 lulusan program sarjana, 58 lulusan program sarjana terapan, dan 7 lulusan program diploma.
Hingga saat ini, UII telah meluluskan 139.084 alumni yang terus mengambil peran dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.
“Gelar yang Saudara raih sekaligus membawa amanah untuk menggunakan ilmu bagi kemaslahatan yang lebih luas,” kata Rektor.
Akreditasi unggul
Rektor mengungkapkan komitmen terhadap mutu pendidikan kembali memperoleh pengakuan dengan diraihnya Akreditasi Unggul oleh Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UII dari LAM-PTKes pada Juli 2026.
UII, kataya juga telah meraih Akreditasi Institusi Unggul dan memiliki 70 persen program studi terakreditasi Unggul atau A.
Penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui transformasi Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan menjadi Fakultas Teknik Desain Inovasi.
Transformasi ini mencerminkan upaya UII memperluas kolaborasi keilmuan serta merespons perkembangan teknologi, desain, dan kebutuhan masyarakat.
Kembangkan kelembagaan
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UII untuk terus mengembangkan kelembagaan yang adaptif dan relevan dengan tantangan masa depan.
Pada tingkat global, UII berada dalam kelompok peringkat 401–600 dunia pada Times Higher Education Impact Rankings 2026.Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika UII, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. (AGT/M-01)







