Buktikan Inklusivitas, UNY Terima Dua Mahasiswa Disabilitas

DI antara ribuan mahasiswa baru UNY yang mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), ada dua penyandang disabiliras. Mereka adalah Aditya Wahyu Pratama dan Waffa Alwan Hilmi, dua mahasiswa baru penyandang disabilitas yang menjalani PKKMB dengan pengalaman dan semangat masing-masing.

Aditya Wahyu Pratama, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNY, merupakan mahasiswa tunanetra asal Magetan, Jawa Timur. Dalam mengikuti PKKMB, Aditya mendapatkan dukungan dari relawan pendamping, senior di himpunan, serta panitia.

Dukungan tersebut membantunya mengikuti rangkaian kegiatan sebagai mahasiswa baru. FISIP UNY juga memberikan sejumlah dukungan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, di antaranya melalui fasilitator yang siap memberikan bantuan.

Mahasiswa dengan disabilitas juga diberikan penanda berupa pita ungu, sementara bagi mahasiswa tertentu tersedia fleksibilitas untuk mengikuti kegiatan secara daring maupun luring sesuai kondisi masing-masing.

BACA JUGA  Tekan Pengangguran, Pemprov Jatim Gelar Career Day 2026

Pengalaman baru

Bagi Aditya, mengikuti PKKMB merupakan pengalaman baru sekaligus menjadi bagian berkesan dari awal kehidupannya sebagai mahasiswa. Ia memilih Pendidikan Sejarah karena memiliki ketertarikan untuk mempelajari sejarah secara lebih mendalam.

“Harapan saya, saya ingin menjadi orang yang memiliki pemikiran ke depannya, pemikiran kritis, bagaimana menjadi mahasiswa yang memiliki pemikiran kritis untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Semangat yang sama juga ditunjukkan Waffa Alwan Hilmi, mahasiswa baru penyandang tunarungu dari Program Studi Pendidikan Kriya Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY. Selama mengikuti PKKMB, Waffa merasa terbantu dengan arahan kakak-kakak pemandu serta pendampingan dari pelatihan Kawan Tuli Lukisan.

Tertarik seni lukis

Bagi Waffa, salah satu momen paling berkesan selama kegiatan adalah saat mengikuti pameran lukisan Anak Seruker. Ketertarikannya pada seni lukis menjadi salah satu alasan Waffa memilih Program Studi Pendidikan Kriya.

BACA JUGA  Mengolah Daun Bawang Jadi Pestisida Alami

“Momen paling berkesan yaitu waktu pameran lukisan Anak Seruker, karena saya suka melukis dan itu alasan saya masuk Pendidikan Kriya,” tulis Waffa saat diwawancarai melalui media tertulis.

Setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar FBSB UNY, Waffa berharap dapat menjalani kehidupan perkuliahan dengan baik. “Senang dan semoga Waffa bisa survive di FBSB,” tulisnya.

Kisah Aditya dan Waffa menunjukkan bahwa pengalaman PKKMB bukan sekadar pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi ruang awal bagi setiap mahasiswa untuk merasa diterima, mendapatkan dukungan, dan mulai mengenali potensi dirinya.

Pendampingan dan fasilitas khusus

Bagi keduanya, langkah pertama sebagai mahasiswa UNY telah dimulai. Aditya ingin mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sementara Waffa membawa kecintaannya pada seni lukis untuk berkembang melalui Pendidikan Kriya.

BACA JUGA  UNY Fasilitasi Peserta Disabilitas Ikuti UTBK

Dukungan lingkungan kampus yang inklusif menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Melalui pendampingan dan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa, UNY menghadirkan ruang belajar yang dapat diakses dan dijalani oleh setiap mahasiswa.

PKKMB di FISIP dan FBSB UNY 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi Aditya dan Waffa. Lebih dari sekadar mengikuti rangkaian kegiatan mahasiswa baru, kehadiran keduanya menjadi bukti bahwa UNY terus membangun lingkungan kampus yang inklusif dan ramah difabel. Di kampus ini, setiap mahasiswa memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berkarya, serta mewujudkan cita-cita. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

PERTAMINA Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak menggelar pemeriksaan gigi gratis ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa di P3D Semar…

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

YAYASAN Inspirasi Raden Ajeng Kartini menyalurkan 158 tangki atau keseluruhannya sebanyak 790.000 liter air bersih senilai Rp28 juta untuk warga terdampak kemarau di Gunungkidul, DIY pada Minggu. Air bersih tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

  • October 4, 2026
Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

  • October 4, 2026
Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

  • October 4, 2026
Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

  • October 4, 2026
Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

  • October 4, 2026
Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

  • October 4, 2026
Ludes Terjual,  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand