
TIM Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menemukan bahwa aliran material longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak tidak terjadi secara kebetulan, tapi mengikuti jejak alam yang sudah terbentuk sejak lama.
“Hasil penelusuran tim, ditemukan fakta dari penyimpangan arah aliran material longsor ke Selatan dan jalur yang dilalui ternyata dulunyamerupakan jalur air, yang kini tidak lagi terlihat jelas, sebagai sungai aktif. Temuan itu diperkuat keterangan warga yang tinggal di lokasitersebut,” ungkap Plh Kepala PVMBG Badan Geologi, Edi Slameto.
Edi menambahkan, menurut data dan pengakuan penduduk setempat memang jalur limpasan yang dulunya adalah sungai, mungkin sungai kecil atau parit.
Bekas aliran sungai
Saat volume material longsor melampaui daya tampung lereng, alam secara alami akan memilih jalur paling mudah dilalui, sehingga mengaktifkan bekas aliran sungai sebagai jalur limpasan material longsor.
“Ketika terjadi over flow material, maka ya pasti akan memilih jalurnya. Alam ini punya logikanya sendiri. Material debris dari longsor, bergerakke arah selatan sebelum berkembang menjadi aliran yang mengikuti alur sungai dan kemudian berbelok ke arah barat,” paparnya.
Masih terkubur
Sementara itu Basarnas tengah mengebut pencarian 10 korban yang diduga masih terkubur material longsor. Laporan sementara, 53 dari 70 kantung jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh petugas.
“Saat ini masih 10 korban dalam pencarian, hari ke-9 ini kita lanjutkan, pencarian dilakukan di Sektor A1, A2, A3, B1, dan B2. Tim sudah dibagi sesuai dengan sektornya. Sehingga setial SO membagi dan mengarahkan personel dan peralatan,” papar Kepala Seksi Operasi danSiaga Kantor SAR Bandung, Moch. Adip.
Adip menambahkan, cuaca menjadi hambatan utama dalam misi pencarian, namun dia optimist, dengan modifikasi cuaca yang telah dilakukan secara berkala, cuaca hari ini dapat mendukung pencarian layaknya cuaca pada Sabtu (31/1).
Sebelumnya SAR gabungan mengevakuasi dan menyerahkan 10 kantung jenazah ke Tim DVI Polri. Pada pencarian hari 8, para korban bencana longsor kembali membuahkan hasil, dengan ditemukannya 10 jenazah korban sepanjang pencarian.
Penemuan para jenazah korban tersebut ditemukan tim SAR gabungan di lima tempat berbeda. Dan untuk saat ini sudah diserahkan ke Disaster Victim Identification (DVI).
“Kami menemukan 2 body pack di Worksite A1, 4 body pack di Worksite A2, 1 body pack di Worksite A3, 1 bodypack di Worksite B1, dan 2 body packdi Worksite B2,” ujarnya.
Dengan penemuan tersebut, total yang berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 16.55 WIB mencapai 70 jenazah. Sementara yang saat ini masih diduga tertimbun diperkirakan mencapai 10 korban. (zahra/N-01)








