Dokter Bedah Hiu Paus yang Ditemukan Mati Terdampar di Purworejo

SEEKOR Hiu paus jantan berukuran 5,2 meter ditemukan terdampar di Pantai Pasir Puncu, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa (9/12) pagi. Saat ditemukan terdampar di pantai, spesies ikan dengan nama latin Rhincodon typus tersebut sudah dalam keadaan mati.

Hiu paus merupakan ikan terbesar di dunia. Sejak tahun 2013, hewan itu dilindungi penuh di Indonesia melalui Keputusan Menteri KP No.18/Kepmen-KP/2013, mengingat tren populasinya yang kian menurun.

Masyarakat nelayan di Desa Keburuhan sempat dihebohkan dengan penemuan bangkai ikan raksasa di pinggir pantai. Berdasarkan informasi di lapangan, sehari sebelumnya, ikan tersebut terlihat terdampar di Pantai Roro Inten, Desa Pagak, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Minggu, 7 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB.

BACA JUGA  Polda Jateng Beri Pendampingan Korban Kecelakaan di Purworejo

Dua kali

Diduga hiu paus yang terdampar dua kali di Purwerejo tersebut merupakan individu yang sama dengan hiu paus yang terdampar di Pantai Cemoro Sewu, dua hari sebelumnya.

Setelah temuan itu, warga kemudian melaporkannya ke pemerintah desa setempat dan diteruskan ke Pos AL Purworejo, Polsek Ngombol, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP Purworejo, serta LPSPL Serang Wilayah Kerja Yogkyakarta.

Kemudian satu alat berat (excavator) milik Dinas PUPR Purworejo pun didatangkan untuk membantu proses evakuasi. Bangkai hiu paus itu kemudian dipindahkan ke area vegetasi pantai untuk dilakukan penguburan. Namun, sebelum dikubur, bangkai ikan tersebut dinekropsi, untuk menginvestigasi penyebab kematiannya.

Bedah Bangkai (Nekropsi)

Dengan dibantu petugas lapangan, drh. Dwi Suprapti dari Sealife Indonesia kemudian melakukan pembedahan pada perut ikan tersebut. Sejumlah organ dalam seperti jantung, hati, ginjal, limpa, usus, lambung, isi lambung, jaringan kulit dan otot, diambil sebagai sample untuk pengujian laboratorium.

BACA JUGA  Polda Jateng Tangkap Tiga Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Anak

Berdasarkan pemeriksaan fisik eksternal, tidak ditemukan luka signifikan pada tubuh hiu paus selain bekas luka melepuh pada ekor bagian bawah.

“Secara umum, kondisinya sudah kode 3 artinya bangkai mulai membusuk (moderate decomposition). Diperkirakan hiu paus ini mati lebih dari 24 jam. Namun, masih dapat dilakukan nekropsi meskipun banyak jaringan yang diduga sudah mengalami autolisis,” jelasnya.

Ia menjelaskan lagi hasil pemeriksaan organ dalam tubuh hiu paus secara makroskopis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda mencurigakan. Namun, saat membuka bagian lambung, ditemukan penuh makanan berupa kumpulan udang kecil (udang rebon) dan belum tercerna.

Untuk memastikannya, Drh Dwi Suprapti mengambil sampel isi lambung tersebut untuk dilakukan kimia analisis dan uji toksikologi, sebab kecenderungan sementara kematian hiu paus ini terindikasi kearah toksikasi. Namun untuk lebih lanjut masih menunggu hasil pengujian laboratorium. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Nana Sudjana Resmikan Delapan Proyek di Kabupaten Purworejo

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat

HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 mestinya menjadi perayaan insan akademis dan para pencerdas anak bangsa. Namun tahun ini, Serikat Pekerja Kampus (SPK) mencatat, negara makin jauh dari…

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

POTENSI hujan ringan hingga lebat diprediksi terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Hal itu karena adanya kombinasi dinamika atmosfer. Demikian diungkapkan prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat

  • May 2, 2026
Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat

Iran Siap Kembali Berunding jika AS Setujui Proposal Baru

  • May 2, 2026
Iran Siap Kembali Berunding jika AS Setujui Proposal Baru

BPJPH Ajak LPPOM dan MUI Selalu Bersinergi

  • May 1, 2026
BPJPH Ajak LPPOM dan MUI Selalu Bersinergi

LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

  • May 1, 2026
LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

  • May 1, 2026
Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan

  • May 1, 2026
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan