Hipertensi Dominan Ditemukan di Program Cek Kesehatan Gratis

PENYAKIT hipertensi dominan ditemukan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes mencatat hingga awal November, sebanyak 51 juta warga Indonesia telah mendapat layanan pemeriksaan kesehatan, melampaui target nasional 50 juta peserta yang ditetapkan hingga akhir tahun.

Untuk hipertensi mencapai 37 persen khususnya di kalangan lansia, dan 30 persen obesitas di kalangan dewasa.

Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan capaian tersebut saat meninjau pelaksanaan CKG di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Jakarta Selatan, Kamis (6/11).

“Alhamdulillah, hingga kini peserta terdaftar mencapai 54 juta jiwa dan yang sudah dilayani 51 juta. Target awal kami sampai Desember hanya 50 juta. Ini bukti kolaborasi pemerintah, instansi, dan masyarakat berjalan baik,” ujarnya.

BACA JUGA  Vaksin Heksavalen Mulai Diperluas,Target Nasional 2026

Prof. Dante menjelaskan, hasil pemeriksaan tidak hanya dicatat, tetapi juga ditindaklanjuti dengan pengobatan dan edukasi kesehatan. Peserta yang terdeteksi hipertensi, diabetes, penyakit paru, atau gigi langsung mendapat perawatan dan edukasi pencegahan.

“Cek kesehatan gratis ini penting karena banyak penyakit ditemukan sebelum gejala muncul. Misalnya, hipertensi yang tidak terdeteksi bisa berujung pada stroke atau gagal ginjal. Jika diketahui lebih awal, pengobatan lebih efektif dan biayanya jauh lebih rendah,” tegas Prof. Dante.

Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah masalah kesehatan di berbagai kelompok usia: bayi baru lahir banyak mengalami berat badan rendah, anak pra-sekolah kekurangan gizi, remaja kurang aktivitas fisik, sedangkan pada usia dewasa dan lansia banyak ditemukan obesitas dan hipertensi.

BACA JUGA  Konsorsium DRIVE Diluncurkan Fokus Retinopati Diabetik

Ke depan, Kemenkes akan memperluas cakupan program melalui kerja sama dengan komunitas pekerja, organisasi masyarakat, dan panti sosial. Kapasitas sistem data nasional juga akan ditingkatkan agar hasil pemeriksaan dapat tercatat lebih optimal.

Prof. Dante menegaskan, layanan kesehatan harus dapat diakses oleh semua warga, termasuk yang belum memiliki NIK atau BPJS. Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di fasilitas kesehatan terdekat. (*/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

PSSI Pers kembali menggelar turnamen mini soccer antarmedia bertajuk Cendrawasih Karsa Media Cup 2026 yang diikuti 16 tim dari berbagai media nasional. Memasuki edisi kelima, turnamen ini menjadi salah satu…

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

Film dokumenter Timnas Indonesia, The Longest Wait tayang secara eksklusif terbatas di sejumlah bioskop pilihan pada 28 Oktober 2026. Kemudian kisah Timnas Indonesia itu hadir lebih luas di jaringan bioskop…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

  • October 28, 2026
Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan