Indonesia Perkuat Sistem Nilai Ekonomi Karbon

PEMERINTAH Indonesia terus memperkuat penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen penting dalam mendanai aksi iklim secara transparan dan berintegritas.

Langkah ini ditandai dengan peluncuran buku “Instrumen Safeguards Nilai Ekonomi Karbon” oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bekerja sama dengan Kejaksaan Agung RI dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), dalam seminar bertajuk “Mewujudkan Harga Karbon yang Berintegritas Tinggi melalui Penguatan Perlindungan Sosial, Lingkungan, dan Hukum di Indonesia”, Rabu (15/10) di Jakarta.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, penguatan NEK menjadi fondasi penting bagi keterlibatan berbagai pihak, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga lembaga internasional dalam menurunkan emisi karbon dan menjaga keseimbangan ekologi nasional.

“Kita terus mendorong terciptanya ekosistem Nilai Ekonomi Karbon yang adil, transparan, dan berkelanjutan. NEK bukan sekadar mekanisme transaksi, tapi instrumen keadilan bagi masyarakat yang hidup dari sumber daya alam,” ujar Hanif.

BACA JUGA   Anggaran KLH/BPLH 2026 Naik 29%, Fokus Sampah dan Karbon

Hanif juga menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam setiap transaksi karbon, terutama yang melibatkan pihak internasional.

“Kita harus berhati-hati dan jangan pernah berbuat curang dalam mekanisme NEK, terutama terhadap pembeli luar negeri. Sekali saja ada kecurangan, kepercayaan dan kredibilitas pasar karbon Indonesia bisa rusak, dan itu merugikan bangsa dalam jangka panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyoroti kontribusi besar sektor kelautan dalam mitigasi perubahan iklim.

“Laut bukan hanya korban kenaikan suhu global, tapi juga bagian dari solusi. Melalui tata kelola karbon biru yang transparan dan terukur, kita dapat memperkuat ketahanan pesisir, meningkatkan kesejahteraan nelayan, dan berkontribusi pada target emisi nasional,” jelas Trenggono.

BACA JUGA  KLH Segel Pabrik Udang di Banten Terkontaminasi Radioaktif

Kejaksaan Agung dukung kredibilitas nilai ekonomi karbon

Dari aspek hukum, Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan komitmen Kejaksaan Agung dalam menjaga kredibilitas kebijakan lingkungan melalui penyusunan pedoman penanganan perkara tindak pidana terkait NEK.

“Pedoman ini akan menjadi acuan agar jaksa dapat bertindak profesional dan terukur bila terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan NEK,” ujarnya.

Sementara CEO IOJI Mas Achmad Santosa mengingatkan agar penyelenggaraan NEK tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi tetap berpijak pada tujuan utama mitigasi perubahan iklim.

“Pengalaman global menunjukkan risiko penyalahgunaan seperti climate-washing, pelanggaran hak masyarakat lokal karena tidak diterapkannya prinsip Free Prior Informed Consent (FPIC), hingga praktik kejahatan karbon seperti penipuan dan korupsi. Karena itu, sistem NEK harus dijalankan dengan transparansi dan perlindungan hukum yang kuat,” tegasnya.

BACA JUGA  RI Jadi Pelopor Perdagangan Karbon Article 6.2

Pemerintah berharap, penguatan instrumen safeguards NEK ini dapat memperkuat kredibilitas pasar karbon Indonesia di mata dunia, sekaligus memastikan manfaat ekonomi hijau dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

SEBANYAK 2.561.629 pemudik diperkirakan sudah tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran. Hal tersebut dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat meninjau arus balik di Bakauheni, Lampung, Sabtu. “Menurut data volume…

Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia

MANTAN Menteri Pertahanan pada masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid  dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY,  Juwono Sudarsono dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Biro…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran