Kemenkes Perketat Keamanan Pangan Program MBG

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan faktor krusial dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/4954/2025, yang mengatur aspek keamanan pangan, kesiapsiagaan, serta respons cepat terhadap potensi keracunan pangan massal (KLB).

Program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia. Inisiatif strategis nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Namun, keberhasilan program bergantung pada penerapan standar keamanan pangan secara ketat di setiap tahap penyelenggaraan.

“Pencegahan keracunan pangan adalah tanggung jawab bersama. Keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal mutu makanan, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa dan keberlanjutan program pemerintah,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Senin (13/10).

BACA JUGA  Kemenkes: Influenza A(H3N2) Subclade K di RI Terkendali

Melalui surat edaran tersebut, Kemenkes meminta Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota berperan aktif dalam menjamin keamanan pangan. Langkah-langkah yang diwajibkan meliputi:

  • Pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Pelaksanaan inspeksi kesehatan lingkungan rutin.
  • Pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan dan tenaga gizi melalui platform Learning Management System (LMS) Kemenkes.

 

Keamanan pangan dan penyusunan menu

Selain aspek keamanan, Kemenkes juga memperkuat standar gizi melalui pembinaan penyusunan menu, pelatihan sistem manajemen penyelenggaraan makanan, edukasi gizi, serta pemantauan status gizi peserta program di sekolah dan posyandu.

Dalam situasi darurat seperti munculnya gejala keracunan massal, masyarakat diimbau segera menghubungi call center 119 atau fasilitas kesehatan terdekat. Tim Gerak Cepat (TGC) akan diturunkan untuk melakukan investigasi epidemiologi dan uji sampel makanan di laboratorium terakreditasi. Semua laporan KLB wajib dilaporkan ke Public Health Emergency Operation Center (PHEOC) di nomor 0877-7759-1097.

BACA JUGA  Seluruh Jemaah dan Petugas Haji Wajib Vaksinasi Polio

Kunta menegaskan, dinas kesehatan daerah menjadi garda terdepan dalam memastikan keamanan dan kualitas pangan di lapangan.

“Kami ingin memastikan makanan dalam program ini tidak hanya bergizi, tetapi juga aman. Peran aktif daerah sangat penting untuk menjamin keberhasilan program ini,” tegasnya.

Kemenkes menutup dengan penekanan bahwa keamanan pangan dan respons cepat terhadap KLB adalah syarat utama keberhasilan Program MBG, yang pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*/S-01)

BACA JUGA  Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas Diperkuat Pascabencana

Siswantini Suryandari

Related Posts

Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

SEJARAH diukir tim nasional voli putra Indonesia. Untuk kali pertama skuat Merah-Putih menjuarai turnamen AVC Men’s Cup. Hebatnya, kesuksesan Farhan Halim dan kawan-kawan di bergengsi tersebut itu didapat setelah mengalahkan…

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

PEMERINTAH Venezuela mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat di negara tersebut terus bertambah. Mereka mencatat saat ini jumlah korban meninggal dunia dalam musibah itu mencapai 1.430 orang, sedangkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

  • June 28, 2026
Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

  • June 28, 2026
Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

  • June 28, 2026
UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

  • June 28, 2026
Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

  • June 28, 2026
Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K