Pertiwi Donorkan Hati untuk Ayahnya

PERTIWI, seorang anak mendonorkan sebagian hatinya kepada sang ayah yang menderita penyakit hati kronis akibat sirosis.

Awalnya Pertiwi sempat ragu, namun setelah mendapat penjelasan dari tim dokter, ia mantap mendonorkan hatinya.

“Pertama saya takut apakah hati saya akan tumbuh lagi. Tapi setelah dijelaskan dokter bahwa hati bisa tumbuh kembali, saya mau mendonorkan hati saya untuk Bapak. Sekarang kami berdua sehat dan saya sudah bisa beraktivitas seperti biasa,” tutur Pertiwi.

Sebanyak 70 persen organ hati Pertiwi diambil untuk dicangkokkan. Dalam waktu sekitar 5–6 bulan, organ tersebut akan tumbuh kembali seperti semula.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa hati merupakan salah satu organ manusia yang unik karena memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali setelah dicangkokkan.

Pernyataan ini disampaikan Menkes saat menyaksikan keberhasilan operasi transplantasi hati dari seorang anak kepada ayahnya yang menderita sirosis di RS Fatmawati, Jakarta, Rabu (8/10).

BACA JUGA  Menkes: Kanker Bisa Disembuhkan Jika Ditemukan Sejak Dini

“Ada satu organ manusia yang kalau dicangkok bisa tumbuh kembali, yaitu hati,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Kasus Sirosis Akibat Hepatitis B

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Fatmawati, dr. Nikko Darnindro, SpPD, menjelaskan bahwa pasien berusia 58 tahun itu mengalami sirosis akibat infeksi Hepatitis B kronis.

Selama setahun terakhir, pasien berulang kali dirawat karena komplikasi serius seperti penurunan kesadaran dan perdarahan saluran cerna.

“Kondisi pasien sudah tidak dapat ditangani dengan pengobatan konvensional. Transplantasi hati menjadi satu-satunya pilihan terapi yang dapat menyelamatkan nyawa,” jelas dr. Nikko.

Donor hati berasal dari anak kandung yang memiliki golongan darah sama dan bersedia memberikan sebagian organnya. Persiapan operasi dilakukan selama satu hingga dua bulan melalui serangkaian pemeriksaan intensif.

Kolaborasi dengan Tim Korea Selatan

BACA JUGA  Menkes Akan Dirikan Laboratorium Campak di Madura

Prosedur Living Donor Liver Transplantation (LDLT) dilakukan pada 23 September 2025 oleh Tim Transplantasi Hati RS Fatmawati bekerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH), dipimpin oleh Prof. Kwang Woong Lee.

“Operasi berjalan lancar. Pasien menunjukkan perbaikan klinis dan laboratorium yang signifikan,” kata dr. Nikko.

Saat ini pasien dalam kondisi stabil, kesadaran sudah pulih, dan fungsi hati membaik. Ia juga telah mendapat edukasi untuk perawatan lanjutan di rumah.

Ditanggung BPJS dan Jadi Capaian Nasional

Seluruh pembiayaan operasi ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan, sehingga pasien tidak dibebani biaya tinggi. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi RS Fatmawati dalam memperkuat kapasitas nasional di bidang transplantasi hati.

Menkes Budi mengapresiasi keberanian dan dedikasi tim medis RS Fatmawati.

“Kasus gagal hati di Indonesia masih banyak, tapi layanan transplantasinya belum siap. Karena itu saya minta RS Fatmawati berani melakukan transplantasi,” ujar Budi.

BACA JUGA  Menkes: Sistem Pendidikan Dokter Spesialis Digaji Bukan Bayar

Menkes juga menyoroti bahwa tingkat keberhasilan transplantasi hati di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

“Tingkat kematian transplantasi hati kita masih 60 persen. Dari 10 pasien, 6 meninggal. Sementara di Korea, dari 10 pasien, 9 selamat. Karena itu saya minta tim Fatmawati belajar ke luar negeri, dan hari ini mereka berhasil membuktikannya,” ungkapnya.

Budi berharap keberhasilan ini dapat menjadi langkah awal pengembangan layanan transplantasi hati di rumah sakit lain di Indonesia.

“Saya harap RS Fatmawati terus melakukan operasi serupa dan berbagi pengalaman dengan rumah sakit lain,” tutupnya.

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sebagian Besar Daerah di Indonesia Diprediksi akan Diguyur Hujan Hari Ini

SEBAGIAN besar wilayah Indonesia diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas bervariasi pada hari ini. Hujan itu mulai dari hujan ringan hingga hujan disertai petir. Demikian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika…

Lagi, Anak Harimau Benggala Mati di Bandung Zoo

DALAM kurun waktu sepekan, dua ekor anak Harimau Benggala mati di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Menurut Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri kedua…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sekitar 700 Ribu Wisatawan Serbu Bandung saat Libur Lebaran

  • March 28, 2026
Sekitar 700 Ribu Wisatawan Serbu Bandung saat Libur Lebaran

Gulung Saint Kitts & Nevis, Indonesia Tantang Bulgaria di Final

  • March 27, 2026
Gulung Saint Kitts & Nevis, Indonesia Tantang Bulgaria di Final

Gasak Kepulauan Solomo, Bulgaria Tunggu Lawan di Final

  • March 27, 2026
Gasak Kepulauan Solomo, Bulgaria Tunggu Lawan di Final

Gunungkidul Catat Peningkatan Trafik Tertinggi Versi Indosat di Yogyakarta

  • March 27, 2026
Gunungkidul Catat Peningkatan Trafik Tertinggi Versi Indosat di Yogyakarta

UIN Sunan Kalijaga Ranking 37 Dunia QS WUR By Subject Bidang Keagamaan

  • March 27, 2026
UIN Sunan Kalijaga Ranking 37 Dunia QS WUR By Subject  Bidang Keagamaan

Sedang Kunker, Komisi A DPRD Taput belum RDP Dugaan Selingkuh ASN

  • March 27, 2026
Sedang Kunker, Komisi A DPRD Taput belum RDP Dugaan Selingkuh ASN