
IKATAN Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) kembali menggelar Adu Gagasan Calon Ketua Umum (Caketum) periode 2025–2028 di Auditorium FEB UI pada Selasa (12/8/2025).
Sebanyak tujuh Caketum hadir memaparkan ide-ide mereka untuk mewujudkan visi besar ILUNI UI yang berlandaskan transformasi, kolaborasi, dan kemandirian.
Ketua Umum ILUNI UI Didit Ratam mengatakan forum Adu Gagasan yang sudah digelar dua kali ini menjadi momentum penting bagi alumni untuk mengenal lebih dekat para calon ketua umum.
“Pemilihan tinggal sebentar lagi. Penting bagi Abang dan Mbak alumni untuk benar-benar menggali seperti apa calon yang akan dipilih. Pada Adu Gagasan kali ini, tema yang dibawakan yakni transformasi, kolaborasi, dan kemandirian sebagai fondasi penting berjalannya ILUNI UI agar dapat memberikan manfaat yang berdampak bagi alumni, almamater, dan bangsa Indonesia,” kata Didit kepada wartawan.
Pemimpin yang tepat
Ia menambahkan, peran alumni dalam memilih pemimpin yang tepat akan menentukan arah organisasi di masa mendatang.
“Pemimpin yang kita pilih hari ini akan menentukan masa depan ILUNI UI untuk tahun-tahun ke depan. Mari gunakan hak suara dengan bijak demi kemajuan bersama,” tegasnya.
“Ini menjadi kesempatan untuk menilai lebih jauh kapasitas, integritas, dan kompetensi para calon ketua umum,” ujarnya.
Dia menambahkan, peran alumni dalam memilih pemimpin yang tepat akan menentukan arah organisasi di masa mendatang.
Fokus yang luas
Sementara, Sekretaris Jenderal ILUNI UI, Ahmad Fitrianto menjelaskan bahwa Adu Gagasan kedua ini memiliki fokus yang lebih luas. Hal itu untuk benar-benar menguji visi, misi, dan strategi operasional para calon ketua umum.
Dalam hal ini termasuk, pembahasan diarahkan pada tiga isu kunci yang akan menentukan arah organisasi ke depan: transformasi digital dan pengembangan ekonomi kreatif alumni; sinergi alumni dengan dunia usaha serta pemberdayaan ekonomi kreatif; dan peran strategis alumni dalam kebijakan publik serta advokasi.
“Isu-isu ini tidak hanya relevan bagi ILUNI UI, tetapi juga penting dalam menguatkan peran ILUNI UI di tingkat nasional melalui Presidium HIMPUNI, sehingga kontribusi kita dapat lebih dirasakan dalam jejaring perguruan tinggi dan alumni se-Indonesia,” ungkap Ahmad.
Peningkatan DPS
Sedangkan, Ketua Pelaksana, Yunadi Ramlan menyampaikan setelah debat ini, panitia akan fokus pada peningkatan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang akan dikunci pada 20 Agustus nanti, bersamaan dengan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan kampanye terakhir.
“Saat ini sudah ada 17.939 akun yang tervalidasi. Kami mengimbau para alumni UI untuk segera mendaftarkan diri. Bagi yang sudah mendaftar, harap mengecek status verifikasi nomor handphone dan email, serta memvalidasi akun UI Connect dan ready to vote. Jika ada kendala, silakan menghubungi help desk Pemila atau UI Connect,” ujarnya.
“Untuk kendala validasi, dapat menghubungi validator fakultas masing-masing, yang informasinya tersedia di help desk Pemila,” jelas Yunadi.
Para kandidat
Pemilihan Ketua Umum ILUNI UI 2025-2028 akan diselenggarakan pada 23-24 Agustus 2025 melalui e-vote di aplikasi UI Connect. Berikut daftar 7 Calon Ketua Umum adalah alumni-alumni terbaik dari 6 fakultas :
1. Boni Hargens adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan Universitas Petra Surabaya. Ia juga Pendiri dan Direktur LPI (Lembaga Pemilih Indonesia). Ia pernah menjadi Komisaris LKBN Antara (2016–2017).
2. M Pradana Indraputra adalah Komisaris di PLN Nusantara Power (diangkat Juli 2025). Ia juga merupakan Staf Khusus untuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berfokus pada masalah transisi energi strategis.
3. Ivan Ahda adalah lulusan Psikologi dari Universitas Indonesia (UI), dengan gelar master dalam Ilmu Sosial dan Politik dari universitas yang sama. Ia juga merupakan Pendiri Maxima Indonesia.
4. Ratu Febriana Erawati sebelumnya menjabat sebagai Ketua ILUNI FIB UI, asosiasi alumni untuk fakultasnya, menggantikan Fadli Zon pada tahun 2015. Dia juga merupakan Direktur Presiden PT EDMI Indonesia.
5. Rapin Mudiardjo merupakan Ketua ILUNI FHUI (2021–2024). Rapin juga menjabat sebagai AndalanNasional (Komisaris Nasional) dari 2018 hingga 2023.
6. dr. Dewi Puspitorini sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Umum ILUNI FKUI (2015–2024) dan Sekretaris Umum MKEK PB IDI – Komite Etika Medis Nasional.
7. Pramudya Oktavinanda merupakan Managing Partner di UMBRA – StrategicLegal Solutions dan dia juga merupakan seorang pengacara terkemuka. (*/N-01)










