
DEWAN Pers mengapresiasi organisasi wartawan Pewarta Foto Indonesia ( PFI ) yang berkomitmen menyelenggarakan penghargaan tertinggi bagi foto jurnalistik Tanah Air saban tahun.
Penegasan itu disampaikan Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu saat menghadiri kegiatan Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2025 di Loji Gandrung, Jumat malam (25/4/2025).
Dewan Pers, lanjut dia, telah mengikuti penyelenggaraan APFI, yang merupakan ajang penghargaan tertinggi karya foto jurnalistik terbaik di tanahair, yang terus dirawat dan digelar setiap tahun oleh PFI sejak 2009.
“Kehadiran PFI bukan hanya mengenai jumlah orangnya. Tetapijumlah karya foto jurnalistik yang memang disumbangkan, dan untuk dirasakan masyarakat kita,” kata Ninik.
Menurut dia, media dalam konteks ekonomi, bisa saja dalam situasi hidup segan mati tak mau. Namun diyakini jurnalistik foto tidak akan mati. ” Saya percaya itu,” lugas Ninik.
2.500 karya

Dalam APFI 2025 ini, panitia pelaksana menyeleksi lebih dari 2500 foto karya jurnalistik terbaik yang diikuti ratusan pewarta foto se Indonesia
Untuk menentukan pemenang yang akan menerima Anugerah, Dewan Juri membutuhkan waktu 12 jam, guna menilai dan memilih foto foto jurnalistik dengan tujuh kategori yang dipersyaratkan.
Pesan demokrasi
Ketua Umum PFI Nasional Reno Esnir menyampaikan selamat kepada para pemenang atau penerima Anugerah, yang dibadirkan dalam APFI 2025 di Kota Solo.
“Selamat kepada seluruh penerima Anugerah, semoga foto foto jurnalistik yang membanggakan ini bisa menjadi pesan untuk publik dan Pemerintah, akan hal penting, khususnya demokrasi Indonesia,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Reno memberikan apresiasi tinggi kepada Dewan Pers, PFI Solo dan seluruh stakeholder yang mendukung penyelenggaraan APFI.
Pemenang
Dalam APFI 2025, keluar sebagai penerima anugerah Photo of Year adalah karya jurnalistik Iqbal Lubis, pewarta foto lepas di Makasar, dengan jepretan hilirisasi nikel yang meninggalkan dampak buruk bagi warga rentan di Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Sedang untuk kategori PFI Kota Award, yang mendapatkan penghargaan adlaah PFI Solo, untuk kategori Best Performance Award, dan PFI Bandung ( Best Management Award).
PFI Kota Award ini merupakan penghargaan bagi pengurus PFI Kota yang dinilai memiliki kontribusi dan prestasi baik selama setahun terakhir.
Jadi pemantik
Ketua PFI Solo, Yoma Times Suryadi menyatakan, ajang APFI 2025 diyakini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia foto jurnalistik di Indonesia.
” Harapan kami, APFI 2025 akan memantik teman teman pewarta foto untuk menghasilkan foto jurnalistik yang semakin baik,” tandas Yoma.
Dia tegaskan foto foto jurnalistik terbaik dari pewarta yang menerima trophi APFI dari tahun ke tahun ikut dipamerkan di Loji Gandrung selama sepekan, mulai 25 – 30 April nanti, guna dinikmati masyarakat luas.
Penyelenggaran APFI 2025 juga diwarnai gelaran diskusi fotografi mengenai kisah dibalik foto para penerima Anugerah bersama dewan juri. (WID/N-01)







