Impor Sapi Perah untuk MBG, Jangan Tambah Penyakit Ternak

RENCANA impor 200 ribu sapi perah lewat 160 perusahaan hingga akhir tahun mendatang untuk memenuhi kebutuhan susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) patut dipertanyakan. Pemerintah seharusnya melakukan perencanaan yang matang untuk aspek teknis dan juga kehati-hatian.

Hal itu dalam rangka mengantisipasi penyebaran penyakit baru dan resiko menurunnya produktivitas susu sapi. Sebab, ditengah melonjak kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tidak menutup kemungkinan akan menambah tingkat penyebaran. Bahkan ternak yang sudah terkena PMK berisiko tidak akan produktif kembali.

Jangan sampai menambah penyakit. Jika sudah menyerang akan menjadi berat. Sehingga diperlukan adanya kehati-hatian

Sapi perah yang diimpor sebaiknya harus melalui proses karantina yang ketat agar tidak lagi mendatangkan virus atau bahkan mungkin mendatangkan penyakit baru.

BACA JUGA  Belasan Siswa SD di Sukoharjo Keracunan Makan Bergizi Gratis

Saat ini dunia sedang ditakutkan dengan adanya penularan virus yang aslinya datang pada binatang dan kemudian menular pada manusia.

Pakan hijau

Selama proses karantina yang ketat, perusahaan importir juga perlu mendatangkan pakan hijauan yang berkualitas yang berasal dari lahan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Sapi perlu makanan, hijauan mereka siap nggak lahannya? untuk seratus ekor sapi berapa dihitungnya lahannya?

Untuk seratus ribu berapa? Untuk satu juta berapa? Jadi kadang program pemerintah itu reasoningnya masuk tapi bombastis. Sebagai akademisi kita harus jujur dalam program ini ada manfaatnya asal ditata, disusun, dan direncanakan secara rasional.

Kebijakan impor susu sapi perah untuk kebutuhan susu gratis patut didukung. Namun harus didukung dengan ketersediaan lahan bagi sapi untuk mensuplai pakan hijauan dan pakan konsentrat lainnya.

BACA JUGA  Penyebaran Virus PMK Meluas di Kabupaten Bandung

Dengan kata lain, perlu perencanaan yang matang dan jangan sampai membawa penyakit dari luar apalagi lahan buat sapinya tidak ada. (AGT/N-01)

(Prof. Widodo, SP.,M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Gelar Salat Idulfitri di Lawang Sewu, KAI Wisata Hadirkan Nilai Spiritual dan Budaya

PT KERETA Api Pariwisata menggelar Salat Idulfitri di kawasan heritage Lawang Sewu untuk kedua kalinya. Kegiatan itu menjadi wujud komitmen KAI Wisata dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya berorientasi…

Farhan Ajak Warga Ubah Budaya Buang Sampah di Momentum Idulfitri

SAMPAH menjadi persoalan serius yang  dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Saat ini produksi sampah harian di Kota Bandung mencapai 1.600 hingga 1.800 ton. Tingginya volume sampah merupakan konsekuensi dari aktivitas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KAI Wisata Hadirkan Perjalanan Wisata Bersejarah

  • March 22, 2026
KAI Wisata Hadirkan Perjalanan Wisata Bersejarah

Kapolda Jabar: Penanganan Arus Mudik Lebaran Tunjukan Hasil Positif

  • March 22, 2026
Kapolda Jabar: Penanganan Arus Mudik Lebaran Tunjukan Hasil Positif

18.244 Narapidana Jabar Dapat Remisi Khusus Idulfitri

  • March 22, 2026
18.244 Narapidana Jabar Dapat Remisi Khusus Idulfitri

Gelar Salat Idulfitri di Lawang Sewu, KAI Wisata Hadirkan Nilai Spiritual dan Budaya

  • March 21, 2026
Gelar Salat Idulfitri di Lawang Sewu, KAI Wisata Hadirkan Nilai  Spiritual dan Budaya

KDM Minta Maaf pada Warga Jabar belum Bisa Beri Pelayanan Maksimal

  • March 21, 2026
KDM Minta Maaf pada Warga Jabar belum Bisa Beri Pelayanan Maksimal

Bupati Bandung dan Wakil BGM Panen Perdana Program Gertaman

  • March 21, 2026
Bupati Bandung dan Wakil BGM Panen Perdana Program Gertaman