Artis Hana Hanifah Diduga Terima Aliran Dana Korupsi SPPD Fiktif 

ARTIS FTV yang juga selebgram Hana Hanifah (HH) diduga menerima uang ratusan juta aliran dana dugaan korupsi surat perintah perjalanan dinas (SPPD) fiktif Sekretariat Dewan DPRD Riau tahun 2020-2021.

Hal itu terungkap setelah HH menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Riau dari pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (5/12) malam.

“Untuk kelanjutannya tanya aja ke penyidik ya. Tanya aja pada polisi. Mohon maaf,” kata Hana kepada wartawan seusai pemeriksaan.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar (Kombes) Anom Karibianto mengatakan Hana Hanifah sebenarnya telah dipanggil sebagai saksi oleh Polda Riau pada November lalu, namun berhalangan hadir. Adapun kali ini merupakan panggilan kedua.

BACA JUGA  Ratusan Titik Panas Karhutla Bermunculan di Sumatra

“Ada dugaan aliran dana ke yang bersangkutan. Jadi kita fokus ke aliran dana yang diterima oleh yang bersangkutan (Hana Hanifah),” kata Anom.

Dijelaskannya, terdapat dugaan aliran dana hingga mencapai ratusan juta rupiah yang diterima Hana sejak November 2021. Dana tersebut diduga berasal dari pihak tertentu di lingkungan Setwan DPRD Riau.

“Bervariasi ya, ada dari Rp5 juta hingga Rp15 juta. Jadi dari penyidik ingin untuk pengembalian dana tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada pengembalian,” ujarnya.

Surat perjalanan

Kasus dugaan korupsi SPPD fiktif di Setwan DPRD Riau telah bergulir sejak Juli lalu. Polisi menemukan ribuan surat perjalanan dinas yang diduga fiktif serta 35.836 tiket pesawat yang juga diduga fiktif. Terlebih pada periode 2020-2021 penerbangan pesawat tidak ada lantaran pandemi Covid-19.

BACA JUGA  Sentra Abiseka Siapkan Insfrastruktur Sekolah Rakyat di Pekanbaru

Sejauh ini, ratusan saksi telah diperiksa dalam kasus itu. Penyidik Polda Riau juga telah memeriksa pihak maskapai penerbangan untuk memastikan keaslian dokumen terbang atau tiket pesawat yang menjadi bukti dugaan adanya perjalanan dinas fiktif.

Selain itu, penyidik menyegel dan menyita sejumlah aset properti berupa rumah dan apartemen yang berlokasi di Pekanbaru dan Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kemudian penyidik juga telah menyita barang-barang branded dari seorang honorer wanita yang bekerja di Setwan DPRD Riau. Barang berupa tas dan sepatu mewah merek dunia diduga dibeli dari uang perjalanan dinas fiktif.

Polda Riau juga telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung kerugian negara kasus SPPD fiktif tersebut. Adapun anggaran perjalanan dinas di lingkungan Setwan DPRD Riau diketahui mencapai ratusan miliar rupiah. Namun hingga kini, Polda Riau belum menetapkan satupun tersangka kasus tersebut. (Rud/N-01)

BACA JUGA  120 Ribu Siswa di Pekanbaru Diusulkan Dapat Makan Siang Bergizi

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara