
PRESIDEN Prabowo Subianto mengaku geram dengan para pelaku pembakaran hutan yang menyebabkan karhutla. Presiden bahkan menyebut para pelaku pembakaran yang diduga dilakukan baik perorangan maupun korporasi sebagai bentuk terorisme lingkungan.
Hal itu diungkapkan Presiden saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu. Presiden Prabowo mengatakan karhutla yang terjadi di sejumlah lokasi di Indonesia tidak terjadi secara alamiah, tetapi ada pihak yang sengaja membakar
“Karena ternyata banyak korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara mengatakan hasil penyelidikan di lapangan menemukan adanya campur tangan manusia dalam kejadian karhutla.
Lakukan pendalaman

Presiden mengaku sudah memerintahkan Kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian Kehutanan dan dibantu dengan TNI serta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk melakukan pendalaman, termasuk menyelidik dugaan keterlibatan korporasi.
“Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas,” tuturnya.
Pemerintah tidak akan memperlakukan karhutla seperti kejadian biasa-biasa saja. Jika terbukti, pemerintah akan mencabut semua izin perusahaan.
Dia juga menyinggung sejumlah negara yang suka menghina Indonesia, menyebut akan membuka perusahaan-perusahaan asing yang terlibat. “Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan mereka,” tegasnya. (*/N-01)






