Museum ITB Hadirkan Ruang Sejarah, Sains, Teknologi, dan Inovasi

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) kini memiliki Museum ITB yang berada di area Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB Kampus Ganesha Bandung. Museum yang diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Jumat (3/7) lalu, menjadi salah satu rangkaian peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia, sekaligus menandai hadirnya ruang yang mengabadikan perjalanan lebih dari satu abad pendidikan tinggi teknik, sains, teknologi, seni dan humaniora di Indonesia.

Rektor ITB Prof.Dr. Tatacipta Dirgantara menyampaikan, Museum ITB merupakan bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang institusi yang berakar dari Technische Hoogeschool te Bandoeng yang didirikan pada 1920 silam.

“Selama lebih dari satu abad, ITB telah menjadi bagian penting dalam perkembangan pendidikan tinggi Indonesia sekaligus melahirkan berbagai pemimpin, ilmuwan, inovator, seniman, dan pemikir yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Ruang pengetahuan

Menurut Tata, Museum ITB tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi hadir sebagai ruang pengetahuan, ruang refleksi, dan ruang inspirasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Melalui museum ini, sejarah dihidupkan kembali sebagai sumber pembelajaran untuk memahami tantangan masa kini sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.

Gagasan pendirian Museum ITB bermula pada tahun 2018, sebagai bagian dari persiapan menyongsong satu abad pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Inisiatif tersebut diawali dengan pengembangan museum digital untuk menyelamatkan dan mendigitalisasi berbagai arsip serta artefak penting yang tersebar di berbagai unit dan koleksi pribadi.

“Dalam perkembangannya, upaya tersebut bertransformasi menjadi pembangunan museum fisik yang tidak hanya menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, hidup, dan relevan bagi masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA  ITB Tekankan Relevansi dan Inovasi Pendidikan Teknik

Jembatan antargenerasi

Tata menambahkan, Museum ITB merupakan jembatan antara generasi terdahulu dan generasi masa depan. Sebagai museum perguruan tinggi, Museum ITB berperan sebagai pusat dokumentasi sejarah institusi, ruang pembelajaran lintas generasi, laboratorium sejarah ilmu pengetahuan, sekaligus simpul kolaborasi antara akademisi, alumni, industri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

Museum ini juga menjadi bagian dari transformasi digital ITB melalui digitalisasi koleksi dan pengelolaan pengetahuan berbasis teknologi agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.

“Kekuatan utama Museum ITB bukan terletak pada bangunannya, melainkan pada pengetahuan yang dihadirkannya. Jadi museum ini bukan hanya sekadar gedung museum saja namun lebih penting adalah kontennya. Kita bisa melihat sejarah, kemudian belajar di dalamnya, dan juga melihat masa depan,” tandasnya.

Tata menyebut, Museum ITB dirancang untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Museum ini didesain untuk semua kalangan. Anak-anak bisa berinteraksi, orang tua juga bisa belajar, mungkin ada senior-senior yang ingin bernostalgia. Jadi, ini sebetulnya adalah ruang pertemuan lintas generasi yang juga merupakan ruang belajar.

Kolaborasi Lintas Disiplin

Gagasan pendirian Museum ITB kemudian dikembangkan melalui kerja kolaboratif Dewan Penggagas Museum ITB yang terdiri atas akademisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Prof. Dr. Dermawan Wibisono, Dr. Ir. Ima Fatima, Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, Prof. Dr. Benedictus Kombaitan. Dr. Ing. Aman Mostavan, Prof. Tutuka Ariadji, Dr. A. Rikrik Kusmara, Dr. Arch. Gregorius Prasetyo Adhitama. Drs. Herry Hudrasyah, Prof. Dr. Acep Iwan Saidi, serta Prof. Ismunandar.

BACA JUGA  ITB dan Telkomsel Dirikan AI Innovation Hub

Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi fondasi dalam merancang Museum ITB sebagai ruang yang tidak hanya mengarsipkan sejarah institusi, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif yang memadukan sains, teknologi, seni, desain, humaniora, dan inovasi bagi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan tim pengawas Museum ITB, Prof. Dr. Dermawan Wibisono membeberkan, Museum ITB sejak awal dirancang sebagai ruang interaktif dan partisipatif yang menghubungkan berbagai arsip, dokumentasi, serta galeri yang tersebar di lingkungan ITB. Museum ini menjadi simpul yang menyatukan memori kolektif institusi sekaligus menghadirkan pengalaman belajar melalui perpaduan narasi sejarah, koleksi, teknologi interaktif dan pengalaman imersif.

“Dengan pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya diajak melihat perjalanan sejarah ITB, tetapi juga memahami bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi berkembang serta memberikan dampak bagi masyarakat,” imbuhnya.

Empat Zona dan Teknologi Imersif Hadirkan Pengalaman Baru

Museum ITB menghadirkan empat zona utama yang menggambarkan perjalanan Institut Teknologi Bandung dari masa ke masa. Zona Akar Sejarah Institut Teknologi Bandung mengajak pengunjung menelusuri perjalanan sejak berdirinya Technische Hoogeschool te Bandoeng hingga menjadi ITB melalui berbagai arsip, dokumen, dan artefak bersejarah.

Zona Jejak Pencerahan Riset dan Pendidikan menampilkan proses lahirnya berbagai riset dan inovasi, mulai dari eksplorasi lapangan hingga laboratorium, yang menunjukkan bahwa setiap terobosan ilmiah lahir melalui proses panjang, kolaboratif, dan penuh ketekunan.

Selanjutnya, Zona Kehidupan Kampus dari Masa ke Masa menghadirkan dinamika kehidupan sivitas akademika melalui berbagai artefak, arsip, serta dokumentasi keseharian mahasiswa, dosen, dan peneliti yang membentuk budaya akademik ITB.

BACA JUGA  Pemkot Bandung dan ITB Survei ke Lokasi Pengolahan Sampah

Sementara itu, Zona Inspirasi Masa Depan memperkenalkan tokoh-tokoh inspiratif ITB beserta gagasan dan kontribusinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kemanusiaan. Pada area ini juga tersedia ruang pameran temporer sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin yang akan terus menghadirkan tema-tema baru.

Teater Dome

Selain ruang pamer, Museum ITB juga dilengkapi dengan 360° Teater Dome yang menghadirkan pengalaman imersif melalui perpaduan teknologi visual, audio, dan narasi ruang. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman sinematik dalam menjelajahi sejarah perkembangan kampus, perjalanan para ilmuwan, hingga kontribusi riset dan inovasi ITB bagi masyarakat.

Museum ITB dibangun dengan prinsip pelestarian sejarah yang edukatif, reflektif, inspiratif, interaktif, dan inklusif. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk merawat memori institusi, tetapi juga menjadi ruang yang menginspirasi lahirnya gagasan baru melalui pembelajaran lintas generasi.

Museum ini merupakan hasil gotong royong sivitas akademika, alumni, mitra, para donatur, serta berbagai pihak yang bersama-sama mewujudkan warisan intelektual bagi Indonesia.

Berlokasi di Lantai 4 Gedung Sabuga ITB, Museum ITB terbuka bagi sivitas akademika, alumni, pelajar, peneliti, maupun masyarakat umum. Sebagai sebuah ruang pengetahuan, arsip hidup, serta memori dan imajinasi, museum ini diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah panjang ITB dengan lahirnya inovasi-inovasi masa depan serta semakin memperkuat kontribusi institusi dalam memajukan bangsa. (zahra/L-01)

Pratama Alief

Related Posts

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

POLDA Jawa Tengah menggelar serah terima Pataka Maneka Tunggal Dharma sebagai simbol pergantian Kapolda Jateng dari Irjen Pol Ribut Hari Wibowo kepada Irjen Pol Roy Hardi Siahaan di Mapolda Jateng,…

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

PERKAWINAN antarayam yang memiliki hubungan kekerabatan atau inbreeding dapat menjadi salah satu metode dalam pemuliaan ayam ketawa untuk mempertahankan dan menyeragamkan karakter genetik tertentu. Namun, penerapannya perlu dilakukan secara terencana…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggot Ungkap Ketua Umum PSSI Erick Thohir. “Anda Mengubah Segalanya”

  • October 8, 2026
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggot Ungkap Ketua Umum PSSI Erick Thohir. “Anda Mengubah Segalanya”

Didukung Aqua, Film The Longest Wait Rilis Trailer Perdana. Lagu Rayakan Pemenang dari Morfem Jadi Soundtrack Resmi

  • October 7, 2026
Didukung Aqua, Film The Longest Wait Rilis Trailer Perdana. Lagu Rayakan Pemenang dari  Morfem Jadi Soundtrack Resmi

Persib Langsung Tembus Perempat Final League Cup 2026/27

  • October 7, 2026
Persib Langsung Tembus Perempat Final League Cup 2026/27

Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru

  • October 7, 2026
Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru

Resmi Dirilis, para Bobotoh Sudah Bisa Beli Jersey Edankeun Persib

  • October 7, 2026
Resmi Dirilis, para Bobotoh Sudah Bisa Beli Jersey Edankeun Persib

Putusan MK Soal Ijazah Gibran Tunjukkan Kelemahan Verifikasi Pencalonan

  • October 7, 2026
Putusan MK Soal Ijazah Gibran Tunjukkan Kelemahan Verifikasi Pencalonan