The Vikings Masih Jadi Mimpi Buruk Brasil

PUPUS sudah impian Brasil untuk merebut kembali trofi Piala Dunia. Jangankan menjadi penantang serius, langkah Selecao bahkan hanya mampu sampai babak 16 besar.

Tim besutan Carlo Ancelotti itu dipecundangi Norwegia 1-2 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin WIB. Kekalahan itu bukan saja menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Brasil yang begitu mendewakan sepak bola, lebih dari itu seperti menegaskan betapa mereka masih begitu inferior di hadapan Norwegia.

Dan the Vikings seperti menjadi momok buat mereka.Betapa tidak? Brasil belum pernah menang saban kali berhadapan dengan Norwegia di Piala Dunia.

Pada duel pertama di Piala Dunia 1998, Brasil yang berstatus juara bertahan kala itu kalah dengan skor 1-2 di matchday terakhir fase grup. Bahka jika digabung dengan laga persahabatan,  total Selecao kalah tiga kali dan dua kali seri.

BACA JUGA  PSS Sleman Resmi Kontrak Bek Asal Brasil Cleberson Martins de Souza

Top scorer bersama

Bomber Norwegia Erling Haaland melakukan selebrasi bersama rekannya. (Dok.Ig)

Bomber Norwegia, Erling Haaland menjadi monster menakutkan bagi Brasil. Pemain Manchester City itu menyumbang dua gol kemenangan the Vikings masing-masing pada menit ke-76 dan 90. Sementara Brasil hanya mampu membalas melalui eksekusi penalti  Neymar

Bagi Haaland, tambahan dua gol membuat dia kini berdiri setara dengan megabintang Argentina Lionel Messi dan kaptenPrancis Kylian Mbappe dalam daftar pencetak gol terbanyak dengan  tujuh gol.

Haaland pun berharap pencapaian timnya dapat menginspirasi generasi muda untuk menjadikan membela tim nasional sebagai kebanggaan terbesar dalam karier mereka.

“Saya berharap semua anak muda yang menyaksikan ini  akan menganggap bermain untuk Norwegia sebagai hal yang paling membanggakan. Rasanya benar-benar luar biasa,” tutur pemain berusia 25 tahun itu.

BACA JUGA  100 Negara Sepakat Percepat Aksi Iklim Global

Kekompakan tim

Para pemain Norwegia melakukan selebrasi. (Dok.IG)

Arsitek the Vikings, Stale Solbakken menyebut kunci kemenangan mereka adalah kekompakan. Mereka bermain layaknya sebuah tim.

“Mereka sudah lama bersama-sama, mereka berlatih dengan baik, mereka saling membantu dan melindungi satu sama lain,” ujar Stale Solbakken.

“Kami punya budaya untuk membiarkan orang menjadi yang mereka mau dan berkata sesuka mereka, itu bagian yang sangat penting dari semua ini,” imbuhnya. (*/M-01)

Related Posts

Bobotoh Berkesempatan Miliki Jersey Super League Persib

SAAT menyambut bergulirnya Super League 2026/27, Persib bersama bank bjb memberi kesempatan bagi Bobotoh untuk menjadi bagian dari cerita baru Maung Bandung melalui pre-order (PO) jersey Persib untuk Super League…

KPK Tangkap Tangan Jajaran Rektorat Unsoed, Kemendikti Menyesal

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed),  yang salah satunya Rektor Prof. Akhmad Sodiq. “Salah satunya memang Rektor Unsoed,” kata Ketua…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bupati Bandung Sebut Beban Gaji PPPK Beralih ke APBN

  • August 21, 2026
Bupati Bandung Sebut Beban Gaji PPPK Beralih ke APBN

KAI Logistik Layani 2 Juta Angkutan Ritel Hingga Juli

  • August 21, 2026
KAI Logistik Layani 2 Juta Angkutan Ritel Hingga Juli

Bobotoh Berkesempatan Miliki Jersey Super League Persib

  • August 21, 2026
Bobotoh Berkesempatan Miliki Jersey Super League Persib

Pengembangan Formulasi Dawet Ayu Banjarnegara untuk Memperluas Pasar

  • August 21, 2026
Pengembangan Formulasi Dawet Ayu Banjarnegara untuk Memperluas Pasar

Ikut ASTINDO Travel Fair 2026, IDN Tawarkan Promo Ekslusif

  • August 21, 2026
Ikut ASTINDO Travel Fair 2026, IDN Tawarkan Promo Ekslusif

Bupati Taput kunjungi SMP Negri 3 Lobu Siregar Siborongborong

  • August 21, 2026
Bupati Taput kunjungi SMP Negri 3 Lobu Siregar Siborongborong