
WARGA Palestina bertekad untuk tetap melaksanakan salat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Al-Aqsa kendati ada larangan dari otoritas Israel dengan alasan keamanan lantaran tengah berkonflik dengan Iran.
Polisi Israel bahkan sebelumnya dilaporkan menggunakan pentungan, granat kejut dan gas air mata pada warga Palestina yang melaksanakan salat di luar tembok Kota Tua, sebagai bentuk protes atas penutupan Al-Aqsa selama Ramadhan.
Yerusalem Timur serta kawasan Kota Tua biasanya dipadati warga Palestina menjelang Idulfitri. Tapi sejak diduduki zionis Isra tampak sepi.
Pasalnya Israel membatasi akses dengan alasan larangan berkumpul, sementara pedagang Palestina dilarang membuka toko mereka. Hanya apotek dan toko bahan pokok yang diizinkan beroperasi. Pembatasan tersebut menyebabkan tekanan ekonomi yang berat. (*/A-01)








