
SETELAH tiga hari tertunda akibat pergerakan tanah yang terus terjadi, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian 26 warga yang masih hilang dalam tragedi longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (19/11).
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, operasi pencarian dimulai dengan apel bersama di halaman SDN 1 Pandanarum sebelum tim bergerak menuju sektor A, lokasi yang diduga kuat menjadi titik tertimbunnya para korban.
“Pencarian hari ini dilakukan sangat hati-hati. Tanah masih labil dan sesekali terlihat bergerak. Setiap langkah petugas harus benar-benar dipastikan aman,” jelasnya.
Tertunda karena Pergerakan Tanah

Pencarian sempat dihentikan sejak Senin hingga Selasa karena area longsoran terus bergeser akibat hujan deras. Kondisi tersebut dianggap terlalu berbahaya bagi personel SAR.
“Keselamatan personel adalah prioritas. Jika tanah belum memungkinkan, pencarian tidak bisa dipaksakan,” tegas Artanto.
Operasi pencarian melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat. Alat berat dikerahkan untuk membuka tumpukan material, sementara anjing pelacak Unit K9 digunakan untuk menelusuri lokasi diduga tertimbun korban.
Kondisi medan disebut sangat berat: jalan licin, tertutup lumpur, dan cuaca berkabut sehingga mengganggu jarak pandang. Meski begitu, petugas tetap bekerja bergantian demi menjaga stamina.
“Kami mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat. Tim SAR, relawan, dan masyarakat menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujar Artanto.
Tetap waspada
Polda Jawa Tengah menyampaikan empati kepada keluarga korban yang menunggu kabar di posko pengungsian. Artanto menegaskan bahwa upaya maksimal terus dilakukan agar semua korban segera ditemukan.
“Semoga proses pencarian berjalan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan,” tutupnya. (Htm/N-01)










