
ZOHRAN Mamdani resmi menjadi wali kota Muslim pertama New York City. Mamdani (34) dilantik dalam sebuah upacara tertutup sesaat setelah tengah malam, Kamis (1/1).
Pelantikan tersebut digelar secara tidak biasa, yakni di sebuah stasiun kereta bawah tanah yang sudah tidak beroperasi di bawah Balai Kota Manhattan. Mamdani didampingi istrinya, Rama Duwaji, dalam prosesi pelantikan tersebut. Ia dilantik dan disumpah di bawah Al Quran.
Berbeda dari tradisi pelantikan sebelumnya, Mamdani memilih lokasi unik itu sebagai simbol keterhubungan warga New York. Sementara itu, upacara pelantikan publik dijadwalkan berlangsung pada Kamis siang di City Hall Plaza. Dalam acara tersebut, Mamdani akan diperkenalkan oleh anggota DPR AS dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez.
Kehadiran Ocasio-Cortez dinilai mencerminkan arah kepemimpinan baru New York City.
“Kehadiran Anggota Kongres Ocasio-Cortez menegaskan para pemimpin yang menjadi pusat gerakan untuk memasuki era baru New York City, dengan fokus pada agenda keterjangkauan biaya hidup dan membayangkan ulang peran pemerintah bagi pekerja,” demikian pernyataan tim transisi Mamdani.
Selain itu, Senator Vermont Bernie Sanders, yang juga dikenal sebagai sosialis demokrat, dijadwalkan hadir dalam upacara publik tersebut. Sanders menyatakan dirinya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari momen bersejarah ini.
“Pelantikannya merepresentasikan percampuran kota kita seperti kereta bawah tanah yang penuh hiruk-pikuk, keberagaman, tantangan, dan peluang,” ujar Sanders.
“Kereta bawah tanah adalah nadi kehidupan kota ini dan menjadi penyetara bagi warga New York. Di sana, semua diperlakukan sama dan saling terhubung dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Mamdani, kandidat dari Partai Demokrat, memenangkan pemilihan wali kota pada 4 November dengan mengalahkan Andrew Cuomo dan Curtis Sliwa. Meski kerap disalahartikan sebagai “komunis” oleh para pengkritiknya, politisi kelahiran Uganda tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai sosialis demokrat, sejalan dengan Ocasio-Cortez dan Sanders.
Dalam pidato kemenangannya pada malam pemilihan, Mamdani menegaskan komitmennya untuk menepati janji kampanye.
“Ia menyatakan akan merespons oligarki dan otoritarianisme dengan kekuatan yang mereka takuti, bukan dengan kompromi yang mereka harapkan,” demikian disampaikan Mamdani kepada para pendukungnya. (People/S-01)







