Trump Dikecam Pemimpin Dunia Jelang KTT Iklim COP30

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin dunia atas sikapnya terhadap perubahan iklim, menjelang digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim COP30 di kota Amazon, Belém, Brasil.

Trump, yang memilih tidak menghadiri pertemuan tersebut, disebut “pembohong” oleh Presiden Kolombia dan Chile karena menolak temuan sains terkait perubahan iklim.

Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer juga menyoroti semakin berkurangnya dukungan politik global terhadap isu iklim. “Dulu isu ini menjadi pemersatu, baik di tingkat internasional maupun di Inggris, namun kini, sayangnya, konsensus itu telah hilang,” ujarnya, Jumat (7/11).

Selama dua pekan ke depan, para delegasi negara akan mencoba merundingkan kesepakatan baru terkait perubahan iklim, dengan fokus pada pendanaan perlindungan hutan tropis. Namun, sejumlah pemimpin negara besar seperti India, Rusia, AS, dan Tiongkok absen dari pertemuan tahun ini.

BACA JUGA  Ambisi Indonesia Jadi Pemain Karbon Dinilai Prematur

Dilansir dari BBC, meski tak hadir, pandangan Trump tetap menjadi sorotan. Dalam pidatonya di PBB pada September lalu, ia menyebut perubahan iklim sebagai “penipuan terbesar yang pernah dilakukan terhadap dunia.” Trump juga menilai konsep global yang meminta negara industri menahan diri dari pertumbuhan ekonomi sebagai sesuatu yang “harus ditolak sepenuhnya.”

Tanpa menyebut nama, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva memperingatkan bahaya “kekuatan ekstremis yang menyebarkan berita palsu dan menghukum generasi masa depan untuk hidup di planet yang selamanya berubah karena pemanasan global.”

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Chile, Maisa Rojas, menegaskan pentingnya kejujuran dalam membahas sains iklim. “Sains sudah sangat jelas. Sangat penting untuk tidak memutarbalikkan kebenaran,” ujarnya kepada BBC.

BACA JUGA  62 Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Sao Paulo

Meski kritik terhadap Trump menuai tepuk tangan, tantangan terbesar dalam KTT COP30 tetap pada pencapaian kesepakatan nyata untuk menekan pemanasan global. Hingga kini, hanya sebagian kecil negara yang mengirimkan rencana baru penurunan emisi karbon, penyebab utama kenaikan suhu bumi. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Negara-negara NATO Nggak Sudi Bantu Trump Buka Selat Hormuz

TUNTUTAN Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada negara-negara NATO untuk membantunya  membuka Selat Hormuz yang diblok Iran ditolak mentah-mentah. Penolakan itu salah satunya ditegaskan Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul.…

Trump Disebut Mulai Putus Asa Hadapi Iran

RENCANA Presiden Amerika SerIkat, Donald Trump untuk menundukkan Iran secara cepat dan tepat ternyata jauh panggang dari api. Alih-alih sukses membuat pemerintahan boneka seperti yang mereka lakukan di Venezuela, Trump…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Selama Sepekan Jumlah Pemudik di Bandara Juanda Capai 266.910

  • March 20, 2026
Selama Sepekan Jumlah Pemudik di Bandara Juanda Capai 266.910

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Gelar Open House Lebaran

  • March 20, 2026
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Gelar Open House Lebaran

Pemerintah Resmi Tetapkan Idulfitri pada Sabtu

  • March 19, 2026
Pemerintah Resmi Tetapkan Idulfitri  pada Sabtu

Bambang Hartono Meninggal Dunia, KONI Pusat Ikut Berbela Sungkawa

  • March 19, 2026
Bambang Hartono Meninggal Dunia, KONI Pusat Ikut Berbela Sungkawa

Polresta Sidoarjo Larang Sound Horeg dan Takbir Keliling

  • March 19, 2026
Polresta Sidoarjo Larang Sound Horeg dan Takbir Keliling

41 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Cipali pada H-2 Lebaran

  • March 19, 2026
41 Ribu Kendaraan Melintasi Tol Cipali pada H-2 Lebaran