Pembangunan IKN Diharap Jadi Momentum Revitalisasi Koperasi

KENDATI sudah hampir 79 tahun merdeka, faktanya perekonomian Indonesia masih dikuasai korporasi, baik swasta maupun milik pemerintah. Koperasi sebagai perwujudan ekonomi pancasila belum juga mampu menjadi soko guru perekonomian Indonesia yang merdeka.

Untuk itu pembangunan IKN Nusantara diharap bisa jadi momentum untuk merevitalisasi gerakan koperasi. Para ASN yang pindah ke IKN nanti bisa didorong membentuk koperasi.

“Dimulai dari bisnis pengembangan perumahan untuk anggotanya, Koperasi ASN bisa melebarkan bisnis ke kuliner dan jasa-jasa lainnya untuk menggerakkan ekonomi IKN Nusantara. Ribuan Koperasi tersebut akan menjadi contoh dan gerakan besar yang bisa merevitalisasi gerakan koperasi di Indonesia. Saya yakin dari ribuan koperasi IKN Nusantara tersebut bisa lahir koperasi besar sekelas Zuivelcooperatie FrieslandCampina U.A. yang memiliki perusahaan konsumer goods berbasis susu di 36 negara,” ujar Anggota Pokja Pemantauan Tim Nasional Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), Ikhwan Primanda dikutip dari siaran persnya, Minggu (28/7).

Menurutnya konsep hunian Smart-Vertical-Living yang diusung saat ini sangat mahal untuk kemampuan ekonomi ASN dan juga pemerintah. 47 Tower hunian yang dibangun Kementrian PUPR menghabislan biaya Rp9,3 triliun untuk membangun 2,820 unit hunian atau setara Rp3,3 miliar per unit 98 m, atau 1,1 M per kamar. Jika ASN yang pindah sekitar 118,513 orang, biaya pembangunan hunian yang smart-vertical-livingitu akan menghabiskan dana Rp150-Rp390 triliun.

BACA JUGA  Terapkan WFH-WFO, Pemkot Bandung Dorong ASN Lebih Adaptif dan Produktif

Belajar dari Korsel

Kota Sejong di Korea Selatan bisa menjadi gambaran implementasi dari konsep Smart-Vertical-Living tersebut. Kota Sejong mulai di bangun tahun 2011 dan saat ini sudah beroperasi dengan 350,000-an penghuni tinggal dalam 200,000-an unit apartemen. Hingga akhir 2023, biaya pembangunan Sejong sudah mencapai $ 130 miliar atau setara Rp2,041 triliun.

Dengan APBN Rp16 – 29 triluun per tahun untuk biaya pembangunan dan operasional IKN, maka di perkirakan IKN Nusantara perlu waktu 100 tahun untuk menjadi seperti Sejong versi 2023.

Untuk itu, pelibatan koperasi untuk membangun hunian IKN Nusantara bisa mempercepat perpindahan fungsi pusat pemerintahan ke IKN Nusantara. L

Langkah pertama adalah memindahkan 118,513 ASN ke hunian modular yang bisa dibangun dengan cepat. 1 Hunian modular untuk 80-250 ASN juga bisa di bangun di tengah lahan 6-20 ha. Dalam 5 bulan BUMN karya bisa menyelesaikan hunian untuk 10,000-an ASN.

“Sehingga 2024 ini jumlah ASN yang dipindahkan bisa sesuai skenario optimis 14,000-an ASN,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Humbahas: ASN Harus Berintegritas dan Profesional

Langkah kedua, ASN ditawari kavling hak milik 500 m untuk membangun sendiri perumahan bersama koperasi pilihannya. Enam orang tukang bisa menyelesaikan pembangunan 2 Rumah Sederhana Sehat Instant (RISHA) dalam 7-10 hari atau sama dengan 70 rumah dalam setahun, sehingga diperlukan 1000-an pekerja konstruksi untuk membangun 10,000 RISHA dalam 1 tahun.

“Pemerintah cukup memfasilitasi pembangunan jalan, selokan, jaringan listrik, jaringan air bersih saja dengan anggaran sekitar Rp2,4 triliun untuk 10,000 kavling. Tahun-tahun berikutnya jumlah ASN yang dipindahkan bisa mengikuti kecepatan pembangunan gedung perkantoran oleh kementrian PUPR. Menggunakan konsep koperasi hunian ASN, anggaran Rp16 triliun per tahun cukup untuk mempercepat perpindahan 118,513 ASN menjadi 12 tahun,” tegasnya.

Lahan perumahan

Setiap Koperasi diberi lahan perumahan 3-4 Ha, sehingga konsep hunian tapak untuk 118,513 ASN hanya memerlukan lahan sekitar 9,000 Ha. Koperasi ASN cukup membayar Rp15-30 juta per Ha, sesuai harga keekonomian lahan perkebunan di Sepaku sebelum ada IKN.

Lahan perumahan ASN bisa diambil dari 34,000 Ha kawasan IKN yang sudah dikuasai pemerintah. Dengan konsep garden-house dan kewajiban memelihara lahan hijau 2/3, lahan yang bisa di bangun setiap ASN sekitar 150 meter dan bisa di buat 2 atau 3 lantai untuk usaha kos-kosan dihari tua mereka. ASN bisa tenang memiliki hunian yang bisa mereka tempati hingga hari tua bersama anak-cucunya nanti.

BACA JUGA  Nana Sudjana Minta ASN Jateng Pertahankan Kinerja Terbaik

Biaya pembangunan RISHA bisa ditanggung langsung oleh gaji ASN saat ini melalui skema KPR Rp200 juta, ASN mendapat rumah tipe 70 dan tanah 500 meter.

“Nantinya ASN pelan-pelan merenovasi dengan mencurahkan jiwa dan raganya untuk membangun hunian sesuai selera masing-masing. Misalnya ASN dari Manado akan mendatangkan tukang/komponen rumah kayu Minahasa, yang jawa akan mendatangkan Joglo/tukang dari Jawa. Banyak ASN akan mendatangkan bahan dan tukang dari daerahnya masing-masing. Proyek hunian ratusan trilyun ini bisa menggerakkan ekonomi UMKM pertukangan se-Indonesia selama puluhan tahun ke depan,” tuturnya.

Konsep Koperasi Hunian ASN Nusantara ini juga menguntungkan investor superblock dan fasilitas swasta lainnya di IKN Nusantara, karena akan mempercepat pertambahan konsumen mencapai 118,513 KK atau 300,000-an orang. (RO/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X  resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08). Ajang itu diharapkan jadi…

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah mengusulkan satu nama untuk calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Usulan itu sudah disampaikan melalui Surat Presiden ke pimpinan DPR…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara