
KEMENTERIAN Pariwisata terus berupaya agar gastronomi Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata berkualitas. Langkah tersebut ditengarai salah satunya dengan penyelenggaraan Program Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 yang diadakan di Yogyakarta dan Solo.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan Wonderful Indonesia Gastronomy merupakan salah satu program prioritas Kemenpar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi terkemuka di dunia.
Kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat, Menteri Pariwisata menegaskan, kegiatan WIG 2026 ini sebagai upaya untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai satu destinasi gastronomi terkemuka.
“Gastronomi menjadi bagian dari ekspresi budaya Indonesia,” jelasnya.
Buka peluang

Ia menambahkan melalui penyelenggaraan WIG 2026 ini diharapkan dapat membuka peluang chef dan profesional kuliner Indonesia memperkuat ekosistem industri gastronomi nasional.
Widiyanti menjelaskan, Wonderful Indonesia Gastronomy sebelumnya digelar di Jakarta dan Bali dengan fokus pada pengalaman fine dining, eksplorasi bahan lokal, serta interpretasi kuliner dalam bentuk modern.
Penyelenggaraan 2026, ujarnya Kementerian Pariwisata membawa program tersebut lebih dekat dengan akar budaya Indonesia melalui Solo dan Yogyakarta.
“Kalau tahun lalu kita laksanakan program ini di Jakarta dan Bali, tahun ini kita selenggarakan di Solo dan Jogja yang membawa lebih dekat pada akar gastronomi kita yang tumbuh bersama sejarah, tradisi, kearifan lokal, dan budaya kita,” jelasnya.
Sumatera tahun depan
Ia menyebutkan Yogyakarta dan Solo dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan kekayaan budaya Jawa dan kuliner di daerah tersebut memiliki hubungan erat dengan masyarakatnya.
Setelah Solo dan Yogyakarta, Kemenpar berencana membawa Wonderful Indonesia Gastronomy ke wilayah Sumatra pada tahun mendatang.
Dengan mengusung semangat ‘From Local Roots to Global Recognition’, Kemenpar menempatkan gastronomi bukan sekadar sebagai pengalaman menikmati makanan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi promosi budaya dan pariwisata Indonesia di tingkat global. (AGT/M-01)






