MSCI Pertahankan Status Indonesia sebagai Emerging Market

MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Markets pada MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis 24 Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai keputusan tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, dan reformasi pasar modal yang terus dilakukan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan MSCI juga memberikan pengakuan atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dijalankan Indonesia. Menurutnya, sejumlah catatan yang masih menjadi perhatian akan terus ditindaklanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan.

Sebelumnya, MSCI dalam Global Market Accessibility Review 2026 menempatkan aksesibilitas pasar Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets di kawasan Asia-Pasifik.

BACA JUGA  Program EKI Optimalkan Keuangan Inklusif Berkelanjutan

Reformasi pasar global

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut hasil tersebut menjadi pengakuan atas agenda reformasi pasar modal yang dijalankan OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) sejak awal 2026.

Menurut Hasan, keputusan MSCI sejalan dengan hasil evaluasi FTSE Russell yang pada April 2026 juga mempertahankan Indonesia di kelompok Secondary Emerging Markets dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam Watch List.

OJK menegaskan akan terus memperkuat reformasi pasar modal, meningkatkan keterlibatan dengan investor global dan penyedia indeks internasional, serta memperkuat kredibilitas, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.

Didukung fundamental ekonomi yang kuat, pertumbuhan investor yang terus meningkat, serta kinerja emiten yang positif, pasar modal Indonesia dinilai tetap prospektif bagi investor domestik maupun global. (Htm/M-01)

BACA JUGA  OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

Related Posts

BPS Catat IPM Yogyakarta Naik 0,95 Poin

BADAN Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DIY pada 2026 sebesar 83,43. Hal itu berarti meningkat 0,95 poin atau 1,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya…

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

TINGKAT  inklusi keuangan di Jawa Tengah mencapai 95 persen pada 2026. Namun, capaian tersebut belum diimbangi tingkat literasi keuangan yang baru sebesar 72,8 persen. Kondisi itu menjadi tantangan bagi Otoritas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD

  • November 8, 2026
Polda DIY Amankan 140 Botol Miras dan 124,4 Gram Tembakau Sintetis dalam KRYD

BPS Catat IPM Yogyakarta Naik 0,95 Poin

  • November 8, 2026
BPS Catat IPM Yogyakarta  Naik 0,95 Poin

BPPTKG DIY Catat Puncak Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

  • November 8, 2026
BPPTKG DIY Catat Puncak  Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

  • November 8, 2026
Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

  • November 8, 2026
OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

  • November 7, 2026
Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan