
DI tengah menjamurkan kafe yang menyajikan kopi sebagai sajian utama, Tanamera Coffee tampil dengan warna baru. Mereka sengaja membidik generasi milenium, Gen-Z, dan para pekerja kantoran sebagai konsumen utama.
Tidak mudah memang. Untuk itu berbagai inovasi dan riset pun terus dilakukan. Diungkapkan General Manager Tanamera Coffee, Rangga Hady Tama, sejak didirikan oleh Dini Aryani Criddle pada 2013 silam, Tanamera Coffee memang mengedepankan kualitas kopi. Mereka pun tidak gentar jika disebut kopi premium.
“Meski dikategorikan premium sejatinya, kami masih tergolong aproval premium,” ujar Rangga saat berbincang dengan sejumlah media di Tanamera Coffee, Pasar Raya, Blok M, Jakarta, Jumat (13/2).
Ia merujuk harga segelas kopi di kafe itu dibanderol mulai dari harga Rp30.000. Dengan harga aproval premium, ia optimistis Tanamera Coffee bisa bisa bersaing. Apalagi mereka menggunakan kopi asli Indonesia.
Ekspansi

“Sejak awal kami memang menggunakan kopi dari berbagai daerah di Tanah Air. Kami ingin memperkenalkan kopi Nusantara ke pasar global. Sesuai visi dan misi dari pendiri kafe, kami mau mempromosikan kopi Arabika Indonesia dan mendukung petani lokal serta bekerja langsung dengan petani untuk memastikan kualitas biji kopi terbaik,” ujarnya
Saat ini, kata dia, selain terus membuka pasar di Tanah Air, mereka juga sudah melakukan ekspansi ke pasar Asia seperti Singapura dan Malaysia.
“Sebagian kopi kami merupakan campuran dari Kopi Gayo, kopi Toraja, dan Kopi Bali. Namun tidak menutup juga jika ada yang single blend,” papar Rangga.
Produk baru
Saat ini, kata dia, mereka kembali memperkenalkan produk terbaru yang diberi nama Draft Coffee. Ada tiga varian utama dalam sistem Draft Coffee ini, yakni varian Black untuk pecinta kopi hitam murni, varian White untuk penikmat kopi susu yang menginginkan rasa lebih lembut, serta varian Caramel bagi pelanggan yang menyukai rasa kopi dengan sentuhan manis yang lebih intens.
Tiga varian ini diseduh dengan teknik cold brew atau penyeduhan menggunakan air dengan suhu ruangan. Setelah diseduh dengan metode cold brew, barulah stok kopi tersebut dimasukkan ke dalam sistem pipa draft yang sudah didesain khusus untuk Draft Coffee.
Menurut Rangga, yang membuat kopi ini berbeda adalah sistem penyajian kopi melalui keran yang dirancang khusus. Proyek ini merupakan hasil dari proses riset dan pengembangan yang intensif selama 1 hingga 1,5 tahun guna menciptakan kombinasi campuran khusus yang tetap segar meskipun disajikan secara instan.
Kota besar
Rangga menjelaskan bahwa inspirasi produk ini berawal dari dinamika kota besar yang serba cepat. “Prinsipnya kami mau kopi yang bisa cepat saji. Hal itu untuk mengikuti ritme kehidupan di kota besar. Meski cepat, tapi tetap fresh, smooth, dan effortless.”
Produk tersebut, lanjut dua, sudah diperkenalkan di cabang Singapura pada Agustus 2025 lalu. Dan saat ini, untuk sementara, produk Draft Coffee ini baru tersedia hanya di Tanamera Coffee Pasaraya Blok M.
“Karena membutuhkan mesin khusus dan ruang sekitar 1,5 meter di area bar, produk ini akan diprioritaskan untuk gerai-gerai baru yang akan dibuka di Jakarta dan Jawa,” ujar Rangga. (NN/N-01)






