
PT KAI Logistik terus menunjukkan kinerja positif dalam pengiriman sepeda motor melalui layanan KALOG Express. Sepanjang tahun ini, tren pengiriman motor tercatat mengalami peningkatan yang konsisten pada setiap triwulan, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda logistik berbasis rel yang ramah lingkungan.
Pada triwulan III 2025, volume pengiriman motor mencapai 41.580 unit, meningkat 17,5% dibandingkan triwulan II 2025 yang sebanyak 35.404 unit, dan tumbuh 48,3% dibandingkan triwulan I 2025 dengan total 28.031 unit. Peningkatan itu menandakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengiriman motor KALOG Express semakin tinggi, khususnya pada berbagai momentum penting, seperti musim mudik Lebaran, tahun ajaran baru sekolah, hingga libur panjang akhir tahun.
Direktur Pengembangan Usaha, Riyanta mengungkapkan, pertumbuhan pengiriman motor ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya permintaan pasar, tetapi juga hasil dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan rute, serta memperkuat sistem digitalisasi melalui KAI Logistik TRAX termasuk permintaan penjemputan motor di rumah. Perseroan berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi logistik yang andal, aman dan terintegrasi dengan moda transportasi kereta api.
Kepercayaan pelanggan
Secara keseluruhan kata Riyanta, total pengiriman motor pada periode triwulan I – III 2025 mencapai 105.015 unit, naik 18,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang berjumlah 88.760 unit. Lonjakan ini menunjukkan pertumbuhan bisnis KALOG Express yang signifikan serta keberhasilan perusahaan dalam menjaga stabilitas layanan dan kepercayaan pelanggan.
Adapun kota tujuan pengiriman motor dengan volume tertinggi sepanjang 2025 meliputi Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Malang.
“Pola ini memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat antarkota besar, dan menjadi ekosistem bagi pemudik, pelajar, maupun wisatawan yang memerlukan kendaraan untuk mobilitas lokal di tempat tujuan, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya,” jelasnya.
Menurut Riyanta, selain memberikan kemudahan dan keamanan, layanan ini juga memperkuat aspek keselamatan dan efisiensi transportasi nasional. Dengan mengalihkan pengiriman kendaraan ke moda rel, risiko kecelakaan dan kemacetan di jalur darat berkurang signifikan, sekaligus mendorong pemanfaatan moda transportasi massal yang lebih berkelanjutan. (Zahra/N-01)







