
INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) dan Telkomsel resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendirikan Artificial Intelligence (AI) Innovation Hub, sebagai bentuk sinergi strategis antara dunia akademik dan industri dalam mendorong percepatan transformasi digital Indonesia.
Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Kamis (7/8), oleh Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara dan Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna. Turut hadir menyaksikan, Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem inovasi nasional, dengan menggabungkan kekuatan riset akademik dan kapabilitas industri untuk menciptakan solusi berbasis AI yang berdampak nyata.
AI Innovation Hub: Integrasi Riset, Talenta, dan Produk Inovatif
AI Innovation Hub akan menjadi pusat kolaborasi untuk:
- Riset dan pengembangan teknologi AI
- Pembinaan talenta digital melalui AI Academy, platform pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) yang didukung kecerdasan buatan
- AI Labs, laboratorium bersama untuk riset terapan, seminar, hingga pengembangan use case teknologi AI yang aplikatif
“Kerja sama ini memperkuat komitmen ITB dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Inisiatif ini juga mendorong posisi ITB sebagai pusat unggulan bidang rekayasa dan data science, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menambahkan bahwa AI Innovation Hub menjadi bagian dari upaya Telkomsel untuk mempercepat transformasi digital nasional serta menghadirkan inovasi yang relevan bagi pemerintah, industri, dan publik.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan AI Innovation Hub akan menjadi katalis penting dalam membangun SDM digital unggul yang siap bersaing di era teknologi yang terus berkembang.
“Inisiatif seperti ini sangat penting untuk mempercepat kesiapan talenta digital kita dalam menghadapi tantangan ekonomi masa depan yang berbasis teknologi,” ujar Meutya. (Rava/S-01)








