Ini Manfaat Yang Diberikan BTPN Bagi Nasabah Pensiunan

 

SEBANYAK 43% nasabah pensiunan menyatakan ingin tetap aktif dan berdaya untuk memberikan dukungan finansial kepada keluarganya selama masa pensiun, baik itu dengan membuka usaha maupun kembali ke dunia kerja.

Hal tersebut adalah temuan dari survei internal PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) yang dijalankan pada tahun 2011, dalam upaya Bank BTPN untuk memahami kebutuhan para nasabah purnabakti.

Bank BTPN sebagai salah satu pionir layanan perbankan bagi para pensiunan pun senantiasa memperkuat komitmennya untuk merangkul dan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat lanjut usia, agar tetap berdaya di masa purnabakti.

“Kami memahami bahwa karakter nasabah pensiunan senantiasa ingin untuk tetap produktif dan sehat di usianya saat ini, sehingga tetap dapat beraktifitas dan bersosialisasi dengan komunitasnya masing-masing,” kata Purnomo B. Soetadi, Head of Retail Lending Business Bank BTPN.

Pihaknya menambahkan, bahwa Bank BTPN pun menaruh perhatian khusus untuk menjawab kebutuhan nasabah purnabakti berdasarkan data dan pengalaman Bank dalam melayani nasabah purnabakti sejak didirikan.

BACA JUGA  Menkes: Terima Kasih Dokter Spesialis Kembali ke Indonesia

“Dari insight dan data yang diperoleh, Bank BTPN pun melaksanakan dua program; memberikan layanan kesehatan gratis dan pelatihan wirausaha bagi segmen nasabah purnabakti. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat terus mendukung nasabah dalam mencapai kehidupan yang lebih berarti di masa purnabakti mereka,” tambah Purnomo.

Rangkaian kegiatan tersebut dijalankan Bank BTPN sebagai bagian dari Daya, program pemberdayaan berkelanjutan dari Bank BTPN. Dengan berfokus pada empat pilar utama yaitu literasi keuangan, pengembangan kapasitas diri, peningkatan kapasitas usaha, dan kehidupan berkelanjutan, program Daya diharapkan bisa membantu mempersiapkan mental dan keuangan nasabah pensiunan untuk menjalani masa purnabakti yang lebih berarti.

“Tercatat sejak tahun 2012 sampai 2023 telah berhasil membantu dan memberdayakan 1.861.288 orang peserta layanan kesehatan, dan 116.863 peserta pelatihan usaha dari nasabah pensiunan di seluruh Indonesia,” ungkap Andrie Darusman, Communications & Daya Head Bank BTPN.

BACA JUGA  Dorong Wirausaha, Gerai KAI Logistik Gratiskan Biaya Administrasi 

Nasabah pensiunan bisa melakukan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara menyeluruh dengan dokter di kantor cabang Bank BTPN yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Nasabah juga dapat mengakses telemedisin via WhatsApp secara gratis untuk menikmati layanan kesehatan yang lebih praktis.

Untuk memudahkan pensiunan memantau kondisi kesehatan secara berkala, Bank BTPN memberi kartu kesehatan bagi nasabah yang berkonsultasi. Jika kondisi nasabah kurang baik, dokter akan menyarankan nasabah melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, Bank BTPN juga rutin menyampaikan sosialisasi seputar gaya hidup sehat, panduan olahraga, dan pola konsumsi yang baik.

Di samping menyediakan layanan kesehatan secara gratis, Bank BTPN turut berkolaborasi dengan para ahli di bidang pemasaran untuk mengadakan pelatihan wirausaha setiap tiga bulan sekali. Ragam pelatihan yang diberikan meliputi awareness soal kesehatan finansial, pengembangan kapasitas bisnis, hingga hidup berkelanjutan (sustainable living). Dengan begitu, para nasabah pensiunan bisa terus memperkaya wawasan agar tetap produktif dan menjadi bermanfaat untuk komunitas di masa purnabakti.

BACA JUGA  LKP Karya Jelita Bandung Kembali Buka Program PKW

“Bank BTPN berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah. Setiap solusi keuangan dan program bernilai tambah tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan di berbagai aspek kehidupan. Komitmen ini akan terus menjadi landasan kami dalam mengembangkan inti bisnis dan inisiatif bermanfaat yang dapat memberdayakan seluruh nasabah lebih jauh lagi, termasuk para pensiunan dan calon pensiun,” tutup Purnomo. (RO/E-5)

Adiyanto

Related Posts

Zulhas Sebut Jateng Kunci Sukses Program Nasional

MENTERI Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut Jawa Tengah sebagai indikator kunci keberhasilan program nasional. Menurutnya, jika program strategis pemerintah berjalan baik di provinsi ini, keberhasilan secara nasional akan mengikuti.…

Impor Daging dari AS Bisa Matikan Usaha Peternak Lokal

INDONESIA telah menerima kesepakatan dagang resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) terkait masuknya barang-barang Amerika ke Indonesia tanpa mendapat sertifikasi halal. Hal tersebut menjadi sorotan sejumlah pemuka agama Islam. Pasalnya, produk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Prodi Antropologi, Arkeologi dan Sastra Inggris FIB UGM Peringkat 1 Nasional

  • March 4, 2026
Prodi Antropologi, Arkeologi dan Sastra Inggris FIB UGM Peringkat 1 Nasional

Kunjungi SMP Santo Yusup, Wapres Gibran Pantau Kegiatan Ekstrakurikuler e-sport 

  • March 4, 2026
Kunjungi SMP Santo Yusup, Wapres Gibran Pantau Kegiatan Ekstrakurikuler e-sport 

Telkomsel Jabar Siap Layani Pelanggan saat Ramadan dan Idulfitri 

  • March 4, 2026
Telkomsel Jabar Siap Layani Pelanggan saat Ramadan dan Idulfitri 

Sikapi Konflik di Timur Tengah, Indonesia Sebaiknya Jadi Penyeru

  • March 4, 2026
Sikapi Konflik di Timur Tengah, Indonesia Sebaiknya Jadi Penyeru

ITB Buka Program  Beasiswa untuk Insan Media

  • March 4, 2026
ITB Buka Program  Beasiswa untuk Insan Media

Pemprov Buka Hotline untuk Warga Jabar di Timur Tengah 

  • March 4, 2026
Pemprov Buka Hotline untuk Warga Jabar di Timur Tengah