Farhan Dorong Solusi Bersama Bandung Raya untuk Atasi Banjir

PEMERINTAH Kota Bandung menyiapkan skema penanganan banjir secara menyeluruh, khususnya untuk kawasan Bandung Selatan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan.

Penanganan banjir tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan pembiayaan untuk penanganan kawasan timur saja diperkirakan mencapai Rp800 miliar.

“Persoalan banjir di Bandung Selatan, terutama wilayah di selatan Jalan Soekarno-Hatta, memiliki karakteristik berbeda antara kawasan timur dan barat. Paling parah sekarang ini yang mengganggu kehidupan kita sehari-hari itu di daerah Bandung Selatan, khususnya di selatan Jalan Soekarno-Hatta. Itu kita bagi dua. Garis tengahnya adalah Buahbatu,” papar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Perlu pendekatan baru

Menurut Farhan, untuk wilayah timur, dari Buahbatu hingga Cibiru, Pemkot Bandung menilai diperlukan pendekatan baru dalam mengendalikan limpasan air.

Sebelumnya muncul konsep menjadikan kawasan timur sebagai tol air dengan memperbesar saluran air agar aliran dapat segera menuju kawasan selatan. Namun, skema tersebut justru berpotensi meningkatkan risiko banjir di wilayah kabupaten.

BACA JUGA  Pemkab Pati Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 6 Februari

“Dulu konsepnya wilayah timur adalah tol air. Dibuka coran sebesar-besarnya. Tapi akibatnya, orang kabupaten jadi kebanjiran. Namun kondisi tersebut kemudian membuat kapasitas saluran air yang menuju wilayah selatan diperkecil. Dampaknya, aliran air kembali tertahan dan menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Kota Bandung,” terangnya.

Oleh karena itu lanjut Farhan, Pemkot Bandung kini mengarahkan solusi pada pembangunan kolam retensi berukuran besar di kawasan timur. Kolam retensi tersebut nantinya berfungsi menampung limpasan air sebelum kemudian dipompa kembali.

Alih fungsi lahan

Farhan menyebut, sepanjang jalur Jalan Soekarno-Hatta pada masa lalu banyak berfungsi sebagai area penampungan air. Namun, seiring perkembangan kawasan sebagian besar area tersebut kini berubah menjadi bangunan.

“Pembangunan sistem pengendalian banjir tersebut membutuhkan rekayasa teknis atau engineering yang kompleks. Karena itu, kebutuhan anggarannya pun tidak sedikit. Untuk menampung semua air, kemudian nanti dipompa balik. Nah, itu butuh engineering dan biaya yang sangat besar. Nilainya Rp800 miliar,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan DBD

Farhan menyebut, Pemkot Bandung selanjutnya akan mengonfirmasi desain penanganan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Bappenas. Jika desain tersebut mendapatkan persetujuan, pembiayaan akan dicari melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan sumber bantuan lainnya.

Selain kawasan timur, Farhan mengatakan persoalan banjir di kawasan Bandung Selatan bagian barat juga membutuhkan penanganan lintas wilayah. Wilayah tersebut mencakup kawasan Buahbatu, Muhammad Toha, Kopo, Cibaduyut hingga Cimindi yang bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.

“Kondisi tersebut membuat penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung. Kalau bagian barat, karena semua bersentuhan dengan kabupaten dan Kota Cimahi terutama di Cimindi. Saya menunggu koordinasi dari Pak Gubernur untuk mempertemukan kami bertiga, lalu kita cari solusi bersama,” tandasnya

BACA JUGA  Pemkot Bandung Bentuk Satgas Anti Premanisme

Berbasis kawasan

Farhan menambahkan pendekatan yang diperlukan adalah solusi berbasis kawasan atau aglomerasi Bandung Raya, sehingga penanganan tidak berhenti pada batas administratif masing-masing daerah.

Keterlibatan pemerintah daerah di sekitar Kota Bandung menjadi hal yang tidak terhindarkan. Ia mencontohkan penanganan persoalan Bandung Utara yang juga melibatkan sejumlah wilayah di sekitar Kota Bandung.

“Mau tidak mau, harus. Sama seperti Bandung Utara. Bandung Utara itu kan KBB dan Kabupaten Bandung terlibat. Cimahi juga ada. Jadi ya, sama-sama.

Karena itu, saya berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar segera memfasilitasi koordinasi antardaerah agar persoalan banjir yang melintasi batas wilayah tersebut dapat ditangani secara bersama,” tuturnya.(zahra/A-01)

Related Posts

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

HASIL pleno terbuka rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2026 di lima kabupaten/kota se-DIY yang digelar Rabu lalu, mencatat jumlah pemilih di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini…

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perdagangan turut mendukung kelancaran pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dengan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

  • October 3, 2026
Sambut  Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Pematangsiantar Pastikan Keandalan Listrik

Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

  • October 3, 2026
Timnas Putri U-17 Indonesia Berlaga di Singapura, Sasar Juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17

Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

  • October 3, 2026
Komersialisasi Paten UGM Tertinggi di Indonesia

KAI Logistik Berkomitmen Perkuat Ekosistem Logistik Energi Nasional

  • October 3, 2026
KAI Logistik Berkomitmen Perkuat Ekosistem Logistik Energi Nasional

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laris Manis, Penjualan Sudah Tembus Angka 55 Ribu

  • October 3, 2026
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laris Manis, Penjualan Sudah Tembus Angka 55 Ribu