Farhan Dorong Solusi Bersama Bandung Raya untuk Atasi Banjir

PEMERINTAH Kota Bandung menyiapkan skema penanganan banjir secara menyeluruh, khususnya untuk kawasan Bandung Selatan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan.

Penanganan banjir tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan pembiayaan untuk penanganan kawasan timur saja diperkirakan mencapai Rp800 miliar.

“Persoalan banjir di Bandung Selatan, terutama wilayah di selatan Jalan Soekarno-Hatta, memiliki karakteristik berbeda antara kawasan timur dan barat. Paling parah sekarang ini yang mengganggu kehidupan kita sehari-hari itu di daerah Bandung Selatan, khususnya di selatan Jalan Soekarno-Hatta. Itu kita bagi dua. Garis tengahnya adalah Buahbatu,” papar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Perlu pendekatan baru

Menurut Farhan, untuk wilayah timur, dari Buahbatu hingga Cibiru, Pemkot Bandung menilai diperlukan pendekatan baru dalam mengendalikan limpasan air.

Sebelumnya muncul konsep menjadikan kawasan timur sebagai tol air dengan memperbesar saluran air agar aliran dapat segera menuju kawasan selatan. Namun, skema tersebut justru berpotensi meningkatkan risiko banjir di wilayah kabupaten.

BACA JUGA  Banjir Landa Tiga Kabupaten di Riau akibat Hujan Deras

“Dulu konsepnya wilayah timur adalah tol air. Dibuka coran sebesar-besarnya. Tapi akibatnya, orang kabupaten jadi kebanjiran. Namun kondisi tersebut kemudian membuat kapasitas saluran air yang menuju wilayah selatan diperkecil. Dampaknya, aliran air kembali tertahan dan menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Kota Bandung,” terangnya.

Oleh karena itu lanjut Farhan, Pemkot Bandung kini mengarahkan solusi pada pembangunan kolam retensi berukuran besar di kawasan timur. Kolam retensi tersebut nantinya berfungsi menampung limpasan air sebelum kemudian dipompa kembali.

Alih fungsi lahan

Farhan menyebut, sepanjang jalur Jalan Soekarno-Hatta pada masa lalu banyak berfungsi sebagai area penampungan air. Namun, seiring perkembangan kawasan sebagian besar area tersebut kini berubah menjadi bangunan.

“Pembangunan sistem pengendalian banjir tersebut membutuhkan rekayasa teknis atau engineering yang kompleks. Karena itu, kebutuhan anggarannya pun tidak sedikit. Untuk menampung semua air, kemudian nanti dipompa balik. Nah, itu butuh engineering dan biaya yang sangat besar. Nilainya Rp800 miliar,” ungkapnya.

BACA JUGA  Wali Kota Bandung Sampaikan Duka atas Insiden Pohon Tumbang

Farhan menyebut, Pemkot Bandung selanjutnya akan mengonfirmasi desain penanganan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Bappenas. Jika desain tersebut mendapatkan persetujuan, pembiayaan akan dicari melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan sumber bantuan lainnya.

Selain kawasan timur, Farhan mengatakan persoalan banjir di kawasan Bandung Selatan bagian barat juga membutuhkan penanganan lintas wilayah. Wilayah tersebut mencakup kawasan Buahbatu, Muhammad Toha, Kopo, Cibaduyut hingga Cimindi yang bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.

“Kondisi tersebut membuat penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung. Kalau bagian barat, karena semua bersentuhan dengan kabupaten dan Kota Cimahi terutama di Cimindi. Saya menunggu koordinasi dari Pak Gubernur untuk mempertemukan kami bertiga, lalu kita cari solusi bersama,” tandasnya

BACA JUGA  Banjir Bali: 9 Orang Tewas, 2 Hilang, Ratusan Warga Mengungsi

Berbasis kawasan

Farhan menambahkan pendekatan yang diperlukan adalah solusi berbasis kawasan atau aglomerasi Bandung Raya, sehingga penanganan tidak berhenti pada batas administratif masing-masing daerah.

Keterlibatan pemerintah daerah di sekitar Kota Bandung menjadi hal yang tidak terhindarkan. Ia mencontohkan penanganan persoalan Bandung Utara yang juga melibatkan sejumlah wilayah di sekitar Kota Bandung.

“Mau tidak mau, harus. Sama seperti Bandung Utara. Bandung Utara itu kan KBB dan Kabupaten Bandung terlibat. Cimahi juga ada. Jadi ya, sama-sama.

Karena itu, saya berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar segera memfasilitasi koordinasi antardaerah agar persoalan banjir yang melintasi batas wilayah tersebut dapat ditangani secara bersama,” tuturnya.(zahra/A-01)

Related Posts

Stasiun Meteorologi Yogyakarta Peringatkan Gelombang Tinggi Perairan Samudera Hindia

STASIUN Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terhadap tinggi gelombang di perairan Samudera Hindia di sebelah selatan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul yang dimungkinkan terjadi pada Senin (5/10)…

Pertamina Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

PERTAMINA Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak menggelar pemeriksaan gigi gratis ‘Senyum Sehat untuk Anak Istimewa di P3D Semar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis