Pemkab Bandung: Penanganan Longsor Kutawaringin Dilakukan secara Pentahelix

PEMERINTAH Kabupaten Bandung memastikan penanganan bencana longsor di wilayah Kecamatan Kutawaringin dilakukan secara kolaboratif melalui pendekatan Pentahelix.

Langkah tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

“Penanganan secara kolaboratif diperlukan karena masing-masing unsur memiliki kewenangan dan ketentuan dalam penggunaan anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi hambatan dalam memberikan penanganan cepat kepada masyarakat yang terdampak,” ungkap Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat melakukan peninjauan lokasi bencana longsor di Kecamatan Kutawaringin, Kamis (10/9).

“Ini dilakukan secara Pentahelix. Karena kondisi anggaran, kita masing-masing punya aturan dan kewenangan. Tetapi alhamdulillah, saya melihat kekompakan para petani. Hampir 300 orang sudah melakukan gotong royong untuk penanganan sementara,”

Biaya kontrak rumah

Menurut Dadang, terdapat sejumlah langkah yang dilakukan Pemkab Bandung bersama unsur terkait untuk menangani dampak bencana tersebut.

Pertama, Pemkab Bandung telah memberikan bantuan biaya kontrakan selama tiga bulan kepada lima keluarga yang rumahnya terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga tidak tetap tinggal di lokasi yang berpotensi mengalami kejadian susulan.

Ia  juga meminta dua keluarga yang rumahnya berada di sekitar sempadan sungai atau daerah irigasi agar mempertimbangkan untuk pindah ke lokasi yang lebih aman.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Sediakan Posko Layanan Pengaduan THR

“Untuk lima penghuni kita berikan bantuan untuk ngontrak dulu selama tiga bulan. Jangan sampai ada kejadian susulan. Untuk dua rumah yang berada dekat sempadan sungai atau irigasi, saya minta pindah lokasi,” tandasnya.

Perbaikan rumah

Kedua, lanjut bupati, mereka akan melakukan perbaikan terhadap rumah warga melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, terdapat 10 unit rumah yang membutuhkan penanganan. Dari jumlah tersebut, dua unit rumah akan ditangani melalui Baznas  Kabupaten Bandung, sedangkan delapan unit lainnya akan ditangani Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Tadi saya lihat ada 10 unit rumah yang memang harus kita perbaiki. Dua unit dikelola BAZNAS Kabupaten Bandung dan delapan unit oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Insya Allah dalam waktu dekat kita koordinasikan secara teknis,” janjinya.

Penanganan jangka panjang

Ketiga kata Dadang, penanganan sementara terhadap infrastruktur irigasi dilakukan bersama-sama oleh unsur PSDA dan para petani.

KDS mengapresiasi gotong royong masyarakat yang bergerak cepat untuk mengurangi dampak kerusakan akibat jebolnya saluran irigasi. Keempat, Pemkab Bandung akan mendorong penanganan jangka panjang melalui pemerintah pusat, khususnya untuk perbaikan Daerah Irigasi (DI) Luwikuya.

Dirinya telah berkomunikasi dengan Sekretaris Direktorat Jenderal terkait, untuk menyampaikan kondisi tersebut. Usulan penanganan selanjutnya akan diproses melalui program Sipuri dengan koordinasi bersama BBWS Sungai Citarum, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

BACA JUGA  BPBD Kota Bandung Bangun Portotipe Rumah Tahan Bencana

“Insya Allah tahun ini secara serentak kurang lebih Rp334 miliar program ini akan masuk ke Kabupaten Bandung. Dengan karya bareng, gotong royong, dan kekompakan, saya kira ini bisa selesai,” paparnya.

Tingkatkan kewaspadaan

Di sisi lain, Dadang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat yang tinggal di sekitar sempadan sungai maupun daerah irigasi diminta tidak mengabaikan kondisi lingkungan di sekitarnya.

“Kalau ada kekhawatiran dan sebagainya, segera sampaikan dan hubungi kepala desa atau camat, sehingga kami bisa mengantisipasi sejak dini,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran di tengah kondisi kemarau panjang. Ia menyebut hampir 175 titik kebakaran telah terjadi di Kabupaten Bandung.

Jangan membuang sampah atau puntung rokok sembarangan. Jangan membuang sesuatu yang bisa menyebabkan kebakaran.

Info irigasi jebol

Salah seorang warga Desa Kutawaringin, Riki  (27), menceritakan kejadian yang berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB. Menurutnya, warga mendapat informasi mengenai derasnya aliran air sebelum mengetahui saluran irigasi mengalami jebol.

“Tabuh opat subuh. Geus ieu téh cenah ti lebak téh warga téh langsung, ‘Euh, éta cai cenah ngabébétkeun.’ Ieu irigasi jebol atuh. Cai ageung. (Sekitar pukul empat subuh. Warga langsung mendapat kabar bahwa air dari arah bawah sudah deras. Ternyata irigasinya jebol. Airnya besar,” bebernya.

BACA JUGA  Pemkab Bandung Diminta Tangani Korban Terdampak Gempa

Riki menduga kondisi tanah dan jalan yang sebelumnya kering kemudian diguyur hujan turut memperparah kondisi. Mungkin tidak kuat menahan air irigasi dan air hujan. Derasnya aliran air tersebut kemudian menyebabkan satu rumah warga terseret. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Warga kemudian melakukan penanganan sementara dengan menutup bagian saluran yang jebol untuk mengurangi derasnya aliran air,” sambungnya.

Terus berkoordinasi

Bupati menegaskan, Pemkab Bandung akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Jawa Barat (Jabar) untuk memastikan penanganan bencana maupun perbaikan infrastruktur dapat berjalan secara cepat dan terintegrasi.

Pemkab akan terus berkomitmen untuk memperbaiki dan melakukan upaya-upaya demi perbaikan dan penertiban di wilayah Kabupaten Bandung. (zahra/A-01)

Admin

Related Posts

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

FILM dokumenter pendek berjudul “The Candles From The Edge” yang disutradarai oleh Aru Dewangga, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis