89 Persen Dispensasi Nikah Dini di Sleman karena Hamil Duluan

PENGADILAN Agama Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2025 mengabulkan 112 permohonan dispensasi nikah. Data dispensasi nikah di tingkat kapanewon (kecamatan), tertinggi  di Kapanewon Gamping (13 kasus), Kapanewon Prambanan (12 kasus), dan Kapanewon Ngaglik sebanyak (12 kasus).

“Faktor penyebab utama yang mendasari pengajuan dispensasi nikah tersebut 89% di antaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan , disusul mengindari zina sebesar 9%, dan pergaulan bebas sebesar 2%,” kata  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB)  dr. Novita Krisnaeni, M.P.H., Kamis di Pemkab Sleman.

Kondisi itu jelasnya menunjukkan sangat diperlukan intervensi yang berkelanjutan. Karena  hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif diantaranya kasus putus sekolah, risiko kesehatan organ reproduksi, serta meningkatnya potensi kekerasan dalam rumah tangga yang nantinya akan memicu meningkatnya angka perceraian.

BACA JUGA  Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Sepakat Berpisah

Kasus perceraian

Novita menambahkan data dari Pengadilan Agama Sleman menunjukkan angka kasus perceraiaan pada 2025 sebanyak 1489 kasus. Data kasus perceraian di tingkat kapanewon, imbuhnya kasus data perceraian terbanyak yakni di Kapanewon Depok (165 kasus), Kapanewon Gamping (125 kasus), Kapanewon Mlati (109 kasus), dan Kapanewon Ngaglik (108 kasus).

“Faktor penyebab utama dari kasus perceraian adanya komunikasi yang tidak baik yakni perselisihan dan pertengkaran sebesar 84%, diikuti dengan faktor lainnya yakni meninggalkan salah satu pihak sebesar 8,42% dan faktor ekonomi sebesar 5,29%,” kata Novita.

Ia menambahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) terus memperkuat upaya pencegahan pernikahan usia dini sebagai bagian dari komitmen perlindungan anak dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA  Pratama Arhan Resmi Cerai dengan Azizah Salsha

Tantangan besar

Diakui pernikahan usia dini masih menjadi tantangan besar dan perlu mendapatkan perhatian bersama. Karenanya, ujarnya sangat diperlukan intervensi yang berkelanjutan.

Dikatakan, Dinas P3AP2KB Sleman secara aktif telah melaksanakan berbagai program, diantaranya Program Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Program Pemberdayaan Perempuan , dan Program Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak.

Menurut Novita  upaya pencegahan pernikahan di usia dini harus terus dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kami mendorong masyarakat untuk memberikan ruang bagi anak-anak agar dapat menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan mereka dengan lebih baik demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah praktik pernikahan usia dini demi terwujudnya generasi sehat menuju IndonesiaEmas.   (AGT/M-01)

BACA JUGA  Baim Wong Resmi Gugat Cerai Paula Verhoeven

Related Posts

Bupati Sleman Minta para Lurah Hasil PAW Beri Pelayanan Terbaik

BUPATI Sleman, Harda Kiswaya mengingatkan para lurah terpilih dan masyarakat bahwa proses pemilihan telah berakhir. Karena itu, tidak boleh lagi ada kubu-kubuan. Selain itu, Bupati Sleman juga meminta para lurah…

Rayakan HUT Jatim, 350 SMK Beri Layanan Servis Gratis Sepeda Motor

SEBANYAK Sebanyak 8.100 sepeda motor dari berbagai daerah di Jawa Timur mendapat layanan servis gratis dari siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara serentak di 350 titik yang tersebar di 38…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

  • October 9, 2026
Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

Ronaldo Sampaikan Salam Hormat untuk Messi

  • October 8, 2026
Ronaldo Sampaikan Salam Hormat untuk Messi

Pemkot Jaktim Sosialisasikan Penataan Jalan Cakung-Cilincing Sepanjang 2,8 Kilometer, 250 Warga Terdampak

  • October 8, 2026
Pemkot Jaktim Sosialisasikan Penataan Jalan Cakung-Cilincing Sepanjang 2,8 Kilometer, 250 Warga Terdampak

Timnas U17 Putri Puncaki Grup B Kualifikasi Piala Asia U17, Arab Saudi Jadi Korban Kedua

  • October 8, 2026
Timnas U17 Putri  Puncaki Grup B Kualifikasi Piala Asia U17, Arab Saudi Jadi Korban Kedua

Bupati Sleman Minta para Lurah Hasil PAW Beri Pelayanan Terbaik

  • October 8, 2026
Bupati Sleman Minta para Lurah Hasil PAW Beri Pelayanan Terbaik

Rayakan HUT Jatim, 350 SMK Beri Layanan Servis Gratis Sepeda Motor

  • October 8, 2026
Rayakan HUT Jatim, 350 SMK Beri Layanan Servis Gratis Sepeda Motor