
GUNA menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil selama Ramadan hingga lebaran nanti, Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan gudang sembako untuk mencegah potensi penimbunan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan, pemkot telah memiliki daftar gudang resmi beserta data stoknya, sehingga jika ditemukan penyimpanan yang melebihi batas kewajaran, pemerintah akan segera mengambil tindakan tegas.
“Kami sudah memiliki daftar gudang resmi dan stoknya. Jika ada yang melebihi kewajaran akan langsung kami tindak agar tidak terjadi penimbunan dan harga tetap wajar,” terangnya.
Menurut Farhan langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat dan memastikan distribusi dan rantai pasok bahan pokok tidak terhambat.
Picu lonjakan harga
Upaya memperketat pengawasan terhadap potensi penimbunan barang tersebut dilakukan karena dapat memicu lonjakan harga sembako saat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan distribusi dan supply chain tidak terputus. Kami juga bersama kepolisian dan Bulog melakukan pengawasan terhadap tempat penyimpanan bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan,” tegasnya.
Selain itu kata Farhan, Pemkot Bandung juga berkolaborasi dengan Yayasan Dana Sosial Parahyangan (YDSP) untuk menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat selama bulan Ramadan.
Hal itu merupakan salah satu upaya untuk menekan kebutuhan pokok masyarakat, melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk YDSP.
Terbantu
Sementara itu untuk membantu masyarakat mendapatkan harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan harga di pasar, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau mulai dari beras, gula pasir, daging ayam, terigu, telur ayam, Minyak Kita, aneka sayuran dan buah-buahan, hingga produk UMKM serta makanan olahan.
Neneng (49) salah seorang warga merasa terbantu dengan adanya pasar murah apalagi selisih harga untuk komoditas tertentu cukup terasa bagi kebutuhan rumah tangga.
Ia mencontohkan harga telur ayam yang biasanya mencapai Rp31.000 per kilogram di pasar, namun di lokasi tersebut ia bisa mendapatkannya dengan harga Rp28.000 hingga Rp29.000 per kilogram.
“Saya membeli beberapa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan dan telur, menurut saya pasar murah ini membantu warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama ketika harga sejumlah komoditas pangan di pasar relatif lebih tinggi,” terangnya. (zahra/N-01)






