Realisasi Luas Panen Jagung Pipilan 41,53 Ribu Hektare

BADAN Pusat Statistik DIY mencatat realisasi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 41,53ribu hektare. Hal itu berarti mengalami peningkatan sebesar 3,98  ribu  hektare atau 10,60 persen dibanding 2024 yang sebesar 37,55 ribu hektare.

Plt. Kepala BPS Provinsi DIY Ir. Endang Tri Wahyuningsih MM,  mengemukakan, puncak  panen jagung pipilan 2025 berbeda dengan  2024.

“Puncak panen jagung pipilan 2025 terjadi pada Februari dengan luas panen sebesar 16,28 ribu  hektare. Sementara puncak panen jagung pipilan 2024 terjadi pada  April  dengan luas panen sebesar 11,28  ribu hektare,” katanya.

Tiga jenis panen

Luas panen jagung hasil Survei KSA (Kerangka Sampel Area) Jagung Tahun 2024–2025 terdiri dari tiga jenis panen yaitu panen hijauan, panen muda, dan panen pipilan.

Luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 41,527 ribu hektare. Di sisi lain, luas panen hijauan dan luas panen muda pada 2025 sebesar 5,095 ribu hektare dan 9,813 ribu hektare.

BACA JUGA  Polda DIY Panen Raya Jagung di Kulon Progo

Menurut dia, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen — JPK-KA 28% — sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 284,77 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 28,60 ribu ton atau 11,16 persen dibanding2024 yang sebesar 256,18 ribu ton.

Produksi tertinggi

Produksi JPK-KA 28% tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Februari sebesar 100,18 ribu ton. Sementara  produksi JPK-KA 28% tertinggi pada 2024 terjadi pada bulan April yaitu sebesar 70,88 ribu ton.

Jika produksi JPK-KA 28% dikonversikan ke jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPKKA 14%), produksi JPK-KA 14% sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 210,52 ribu ton, atau mengalami peningkatan  sebesar 21,14 ribu ton (11,16 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 189,38 ton.

Endang menyebutkan Metode KSA dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sekarang bergabung menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengestimasi luas panen jagung berdasarkan pengamatan yang objektif.

BACA JUGA  Sidoarjo Jadi Lokasi Panen Raya Jagung Serentak Jatim

Pendataan KSA jagung, katanya dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Provinsi DKI Jakarta.

Segmen lahan

Dikatakan secara nasional, metodologi KSA untuk komoditas jagung menggunakan 21.979 sampel segmen lahan berbentuk bujur sangkar berukuran 100 m×100 m (1 hektare) dengan lokasi yang tetap.

“Setiap bulan, masing-masing sampel segmen diamati secara visual di empat titik dengan menggunakan HP berbasis android sehingga dapat diamati kondisi pertanaman jagung di sampel segmen tersebut mulai dari tahap persiapan lahan, fase vegetatif, fase reproduktif, fase panen, potensi gagal panen, lahan pertanian bukan jagung, atau lahan bukan pertanian dan lainnya,” jelasnya.

Hasil amatan lanjutnya kemudian difoto dan dikirimkan ke server pusat untuk diolah. Luas panen yang dihasilkan dari pendataan KSA Jagung meliputi luas panen hijauan, luas panen muda, dan luas panen pipilan.

BACA JUGA  Polisi Sleman Panen Jagung di Cangkringan

Angka konversi

Luas panen tanaman jagung di lahan sawah dikoreksi dengan besaran konversi galengan. Sementara itu, untuk luas panen tanaman jagung di lahan bukan sawah, luas galengan dianggap tidak ada.

Pada kesempatan itu Endang menjelaskan angka konversi dari jagung tongkol kering panen ke jagung pipilan kering menggunakan hasil Survei Konversi Jagung yang dilakukan pada  2020 (SKJG 2020).

Berdasarkan  hasil SKJG 2020, jelasnya  didapatkan angka konversi dari jagung tongkol kering panen ke jagung pipilan kering  dengan kadar air maksimal 28 persen (JPK-KA28%) sebesar 75,67 persen dan kadar air maksimal 14 persen (JPK-KA14%) sebesar 55,94 persen. (AGT/M-02)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemprov Buka Hotline untuk Warga Jabar di Timur Tengah 

DALAM menyikapi kondisi di Timur Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat Jabar yang berada di Timur Tengah dalam kondisi aman di tengah konflik antara Israel-Amerika Serikat dan Iran. Jika…

Jaga Stabilitas Harga, Polres dan Pemda Tasikmalaya Gelar Pangan Murah

KEPOLISIAN Resor Tasikmalaya Kota bersama Pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) menggelar gerakan pangan murah di Kecamatan Purbaratu. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga pangan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemprov Buka Hotline untuk Warga Jabar di Timur Tengah 

  • March 4, 2026
Pemprov Buka Hotline untuk Warga Jabar di Timur Tengah 

Realisasi Luas Panen Jagung Pipilan 41,53 Ribu Hektare

  • March 4, 2026
Realisasi Luas Panen Jagung Pipilan 41,53 Ribu Hektare

Jaga Stabilitas Harga, Polres dan Pemda Tasikmalaya Gelar Pangan Murah

  • March 4, 2026
Jaga Stabilitas Harga, Polres dan Pemda Tasikmalaya Gelar Pangan Murah

Gagal Pepet Persib, Pelatih Persija Kecewa Berat

  • March 4, 2026
Gagal Pepet Persib, Pelatih Persija Kecewa Berat

Kendalikan Inflasi, Kejati DIY Gelar Pasar Murah

  • March 4, 2026
Kendalikan Inflasi, Kejati DIY Gelar Pasar Murah

Bayar Zakat Lewat Baznas, Sultan Minta Jaminan tidak untuk MBG

  • March 3, 2026
Bayar Zakat Lewat Baznas, Sultan Minta Jaminan tidak untuk MBG