
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat berencana menyewa helikopter guna memperkuat layanan kesehatan di wilayah selatan Jabar. Saat ini rencana itu masih terus dimatangkan dan dikaji skema pembiayaannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman memastikan pembahasan terus berjalan dan akan disesuaikan dengan mekanisme anggaran 2026.
Opsi pembiayaan tengah dikaji agar tetap sesuai dengan aturan pengelolaan keuangan daerah. “Masih berproses, kemungkinan di pergeseran atau di perubahan,” jelasnya.
Menurut Herman, penyewaan helikopter untuk mendukung operasional RSUD Jampang Kulon Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Garut. Adapun dananya berpeluang dimasukkan dalam skema pergeseran APBD murni 2026.
Perkuat akses
Jika belum memungkinkan, pembiayaan akan diakomodasi melalui APBD Perubahan 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar memperkuat akses layanan kesehatan di kawasan selatan yang memiliki tantangan geografis dan jarak tempuh cukup jauh.
“Rencana ini telah disampaikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi sebagai respons atas persoalan yang terus membayangi rumah sakit di wilayah
selatan, yakni overkapasitas dan keterbatasan tenaga medis spesialis,” terangnya.
Namun kata Herman, persoalan rumah sakit di selatan Jabar tak berhenti pada kapasitas ruang rawat. Tantangan lain adalah sulitnya mempertahankan dokter spesialis agar bersedia bertugas di daerah dengan jarak tempuh jauh dan akses medan yang sulit.
Fenomena dokter ‘kabur’ dari daerah terpencil menjadi pekerjaan rumah besar dalam pemerataan layanan kesehatan. Di titik inilah Pemprov Jabar menyiapkan mobilitas udara untuk layanan medis.
“Atau perlu saya siapin heli? Ada helipad di situ enggak? Nanti saya mau kontrak sama heli, status kontraknya gubernur aja. Di mana heli itu
nanti digunakan untuk dokter kunjungan. Itu termasuk untuk angkut pasien yang harus diangkut ke rumah sakit,” tandasnya.
Sewa satu tahun
Herman menambahkan bahwa skema yang dirancang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar akan menyewa helikopter selama satu tahun dengan sistem on call.
Helikopter tersebut disiapkan khusus untuk kebutuhan medis, yakni mengantar dokter spesialis yang melakukan kunjungan berkala sekaligus mengevakuasi pasien rujukan dari wilayah selatan yang selama ini terkendala jarak dan waktu tempuh.
“Dinkes nanti sewa heli setahun, on call. Nanti Rumah Sakit Jampang Kulon, Rumah Sakit Pameungpeuk, dilengkapi helipad dan pemprov akan menyewa heli. Pemprov juga akan melengkapi kedua rumah sakit tersebut
dengan helipad sebagai infrastruktur pendukung. Dengan skema ini, pasien gawat darurat dari wilayah pelosok diharapkan bisa lebih cepat
mendapatkan penanganan, sementara dokter spesialis tak lagi terhalang persoalan akses,” tandasnya. (zahra/N-01)







