
PARA prajurit TNI dan PNS di lingkungan jajaran Kodim 0612/Tasikmalaya dengan khidmat mengikuti upacara 17-an di halaman Makodim pada Rabu (18/9).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Dalam amanat tersebut ditekankan pentingnya menjaga soliditas, memperkuat profesionalisme, serta membangun kekuatan spiritual sebagai fondasi utama pengabdian.
Pesan yang digaungkan jelas: prajurit harus tetap solid, tidak mudah terpecah, dan selalu mengiringi tugas dengan doa. Karena kekuatan sejati bukan hanya pada fisik dan strategi, tetapi pada hati yang bersih serta niat yang lurus.
Terkait mental

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Jam Komandan yang berlangsung penuh semangat dan nuansa religius.
Dalam arahannya, Dandim menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan satuan maupun tempat tinggal masing-masing. Lingkungan yang bersih adalah cerminan disiplin dan kesiapan mental prajurit.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk semakin rajin membaca Al-Qur’an, terlebih menjelang bulan suci Ramadan. Menurutnya, prajurit yang kuat adalah prajurit yang seimbang antara ketegasan sikap dan kelembutan hati.
Tidak hanya itu, Dandim turut mendorong anggota untuk menghidupkan budaya produktif melalui konsep “SiKaBayam” — sapi, kambing/domba, ikan, dan ayam.
Kemandirian ekonomi
Beternak dan memanfaatkan lahan yang ada dinilai sebagai langkah kemandirian ekonomi sekaligus ketahanan pangan keluarga. Spirit prajurit, katanya, bukan hanya siap bertugas, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam kemandirian dan kebermanfaatan.
Dandim juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh prajurit dan PNS yang akan menunaikannya. Ia berharap Ramadan menjadi momentum introspeksi diri, memperkuat ketakwaan, dan meningkatkan kualitas pengabdian.
Momen Jam Komandan semakin inspiratif ketika Dandim memotivasi seluruh anggota untuk memiliki cita-cita besar. Ia bahkan mempersilakan prajurit dan PNS melihat langsung kondisi ruang kerja Komandan sebagai simbol bahwa setiap prajurit memiliki peluang yang sama untuk meraih jabatan tertinggi di satuan.
“Jangan batasi mimpi. Siapkan anak-anak kita, didik dengan disiplin dan akhlak yang baik. Siapa tahu kelak mereka yang berdiri di sini sebagai Komandan,” ujarnya.
Komitmen bersama
Seruan semangat pun kembali menggema.
“Tasikmalaya!!!” teriak Komandan.
Dengan penuh keyakinan dijawab seluruh prajurit,
“Taqwa, siap melayani dan mengabdi!!!”
Jargon tersebut bukan sekadar teriakan, melainkan komitmen bersama bahwa ketakwaan adalah pondasi, pelayanan adalah tugas, dan pengabdian adalah kehormatan.
Upacara 17-an kali ini menjadi refleksi mendalam: menjadi prajurit bukan hanya soal barisan yang rapi, tetapi tentang hati yang bersih, lingkungan yang terjaga, keluarga yang mandiri, serta cita-cita yang terus menyala.
Tasikmalaya meneguhkan diri sebagai satuan yang solid, produktif, dan siap mengabdi sepenuh hati untuk rakyat dan negeri. (YY/N-01)






